Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Panglima TNI Harus Tunduk kepada Presiden

Menanggapi hal ini, pengamat komunikasi politik Maksimus Ramses Lalongke menekankan netralitas.

zoom-in Pengamat: Panglima TNI Harus Tunduk kepada Presiden
Puspen TNI
Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan warga negara nomor satu dan paling hebat, namun harus selalu bersama-sama rakyat bahu membahu mempertahankan persatuan dan kesatuan serta menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan ribuan Prajurit dan PNS TNI, saat memimpin Apel Khusus yang dilanjutkan dengan acara Halal Bihalal, di Lapangan Apel Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/7/2017). (Puspen TNI) 

TRIBUNNEWS.COM - Wacana pergantian Panglima TNI kembali bergulir, terutama di media sosial.

Menanggapi hal ini, pengamat komunikasi politik Maksimus Ramses Lalongke menekankan netralitas TNI dijaga dari kepentingan politik.

"Kegiatan yang bernuansa politik praktis tidak bisa dilakukan. Jadi masalah jika (Panglima TNI) menggerakkan massa dan mengarahkan kekuatan politik untuk kepentingan diri sendiri," kata Maksimus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/7).

Maksimus mengingatkan TNI memiliki tugas untuk mengamankan negara. Termasuk, menjaga presiden sebagai simbol negara. Karenanya Presiden Joko Widodo harus masuk dalam bagian upaya pengamanan, bukan justru sebaliknya.

"Maka Panglima harus tunduk dan taat terhadap presiden. Apalagi Indonesia tidak mengenal TNI terlibat dalam politik praktis," katanya lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas