Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Didatangi WN Korsel, Bedjo Untung Tak Menyangka Dapat Penghargaan Internasional

Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) baru saja mendapat penghargaan dari The Trurh Foundation South Korea yang ketujuh pada tangga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
zoom-in Didatangi WN Korsel, Bedjo Untung Tak Menyangka Dapat Penghargaan Internasional
Tribunnews.com/Rizal Bomantana
Ketua YPKP 65, Bedjo Untung menunjukkan plakat penghargaan yang diberikan The Truth Foundation South Korea ketujuh dalam konferensi pers yang dilakukan di YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) baru saja mendapat penghargaan dari The Trurh Foundation South Korea yang ketujuh pada tanggal 26 Juni 2017 lalu.

Bedjo Untung, ketua YPKP 65 menjelaskan bahwa penghargaan itu bermula dari peristiwa yang tidak diduga.

"Awalnya dulu saya didatangi warga Korea Selatan, dari The Truth Foundation. Mereka mewawancarai kami terkait perjuangan membela hak korban kejahatan kemanusiaan 1965, bahkan saya ajak hingga ke kuburan massal," ujarnya saat ditemui di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017).

Namun ia tidak menyangka bahwa warga negara Korea Selatan itu membawa misi survei nominasi penerima penghargaan itu.

"Dari seluruh dunia akhirnya mereka menetapkan YPKP 65 yang berhak mendapat penghargaan. Selain dari Indonesia ada juga dari Myanmar dan Korea Selatan sendiri," terangnya.

Bedjo menyebut penghargaan ini menjadi pelecut bagi pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia, termasuk kejahatan kemanusiaan 1965.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini merupakan momentum bagi pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah korban 1965 yang pernah dihukum tanpa proses peradilan. Penghargaan itu juga mendorong kami untuk terus mengumpulkan data dan fakta mengenai kasus 1965," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas