Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Golkar Nilai Pertemuan SBY Dengan Prabowo Belum Mengarah Terbentuknya Koalisi Demokrat-Gerindra

Partai Golkar menilai wajar pertemuan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Golkar Nilai Pertemuan SBY Dengan Prabowo Belum Mengarah Terbentuknya Koalisi Demokrat-Gerindra
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ketiga kanan) usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta membahas berbagai permasalahan politik dan kedua partai sepakat bekerja sama tanpa koalisi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Partai Golkar menilai wajar pertemuan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace Hasan Syadizly melihat pertemuan itu bagian dari komunikasi politik antara dua ketua umum.

"Tentu pertemuan itu mengandung nilai politis karena memang kedua tokoh politik senior ini jarang sekali sejalan dalam langkah dan kebijakan politiknya," kata Ace melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Jumat (28/7/2017).

Menurut Ace, setidaknya dengan pertemuan SBY dengan Prabowo bisa mencairkan suasana di antara keduanya.

Ace melihat pertemuan tersebut belum mengarah pada koalisi Demokrat dan Gerindra.

Bagi Partai Golkar, kata Ace, semakin elit politik sering bersilaturahmi maka akan semakin positif untuk selalu membangun komunikasi mencari solusi kebangsaan.

"Soal apakah pertemuan ini merubah peta di parlemen, saya kira tidak juga," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, selama ini Partai Demokrat dan Gerindra selalu berbeda pandangan dengan partai pendukung pemerintah.

"Setidaknya hal itu tercermin dari pengesahan UU Pemilu," kata Ace.

Namun, Ace yakin kedua tokoh politik ini akan lebih mengedepankan kepentingan bangsa daripada kepentingan politik jangka pendek.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyebut tidak perlu ada koalisi untuk melakukan komunikasi dan kerjasama yang intensif dengan partai politik.

Pasalnya, dua koalisi yang sempat tercipta, yakni, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) dinilai sudah mengalami pergeseran yang fundamental.

"Kami berdua sepakat untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi sesama partai politik. Tidak perlu berkoalisi," kata SBY di Kediamannya, Bogor, Kamis (27/7/2017).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas