Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua MPR: Hentikan Pertikaian Saatnya Indonesia Move On

Tantangannya tidak main-main karena skala global. Jika bangsa ini tidak memperhatikan ini dengan betul,

Ketua MPR: Hentikan Pertikaian Saatnya Indonesia Move On
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Zulkifli Hasan 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia menyudahi segala perdebatan, pertikaian dan konflik terkait perbedaan atau keberagaman.

Menurutnya, perdebatan soal perbedaan bangsa Indonesia sebenarnya sudah selesai dibahas 71 tahun silam.

"Setelah merdeka yang dibahas dan diperdebatkan adalah bagaimana cara bangsa ini mengisi kemerdekaan Indonesia dengan pembangunan nasional yang pada akhirnya menuju Indonesia yang sejahtera," kata Zulkifli dihadapan Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan, saat melakukan kunjungan silaturahmi di Gereja Katolik Ijen, kota Malang, Jawa Timur, Jumat (28/7/2017).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebutkan, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar global dalam segala bidang terutama bidang perkonomian.

Tantangannya tidak main-main karena skala global. Jika bangsa ini tidak memperhatikan ini dengan betul, maka akan tertinggal sangat jauh dengan negara-negara lain.

"Tantangan global tersebut membutuhkan semua energi dan kemampuan bangsa Indonesia. Jika bangsa ini terus menerus menghabiskan energi sedemikian besar hanya untuk bertikai dan berdebat soal perbedaan, maka bersiaplah bangsa Indonesia hanya menjadi penonton dalam kabcah perekonomian global dan lebih parah lagi, bangsa Indonesia hanya akan menjadi pangsa pasar bagi keajuan bangsa-bangsa lain," katanya.

Untuk itu, Zulkifli Hasan mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia apapun itu untuk segera menyudahi perdebatan soal perbedaan bangsa ini, kembali bersatu dan kembali bergandeng tangan demi kemjuan Indonesia tercinta.

Sebab, Tuhan sendiri berkuasa menciptakan seluruh bangsa sama dan serupa tapi ternyata tidak dilakukan. Tuhan menciptakan manusia berbeda agar saling mengenal dan bersatu.

"Bangsa ini harus move on. Bangsa ini harus menatap ke masa depan. Yang harus diperdebatkan dan dibahas adalah bagaimana caranya melahirkan generasi bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi persaingan global," ujarnya.

Zulkifli menambahkan, kunci dari permasalahan bangsa tersebut, adalah karena pemahamam Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa tidak lagi terdengar pasca reformasi bergulir. Generasi muda tidak lagi mendapatkan pembelajaran tentang Pancasila dan nilai luhur bangsa seperti dahulu.

"Dangkalnya pemahaman generasi muda terhadap Pancasila dan nilai luhur bangsa membuat mereka menjadi sangat rentan dan lemah disusupi pemahaman-pemahaman lain melalui bacaan, tontonan," katanya.

Untuk itulah MPR RI sesuai amanah UU melakukan berbagai upaya pemahaman kembali Pancasila dan nilai luhur bangsa antara lain Sosialisasi Empat Pilar MPR. Presiden pun beberapa waktu lalu membentuk badan yang tugasnya untuk pemantapan pemahaman Pancasila.

"Yang perlu disadari rakyat Indonesia, pembentukan karakter bangsa adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," katanya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas