Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wakil Ketua Umum Gerindra Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Arief dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Bidang Hukum dan DPN Relawan Perjuangan Demokrasi, Fajri Syafi'i

Wakil Ketua Umum Gerindra Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Tribunnews.com/Twitter
Arief Poyuono dan surat permintaan maafnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Umim DPP Gerindra Arief Poyuono dilaporkan polisi atas dugaan mencemarkan nama baik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Arief dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Bidang Hukum dan DPN Relawan Perjuangan Demokrasi, Fajri Syafi'i.

Arief dianggap telah menyatakan permusuhan, penghinaan, kebencian suatu golongan dan pencemaran nama baik, terkait pernyataanya yang menyebut PDI Perjuangan, partai pembohong seperti Partai Komunis Indonesia.

"Dia (Arief) menganggap PDI pembohong dan sama dengan PKI itu. Masuk dalam delik itu. Bagaimana kami dikatakan sebagai komunis. Dasar itu yang membuat kita melaporkan," ucap Fajri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/8/2017).

Baca: Sebut PDIP Sama dengan PKI, Partai Gerindra akan Beri Sanksi pada Waketum Arief Poyuono

Fajri menganggap pernyataan Arief tak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya tidak ada sejarahnya PDI Perjuangan menganut paham Marxisme-Lenisnisme seperti yang dianut PKI.

"PKI kan' Anti-Pancasila, sedangkan Pancasila yang merumuskan itu Soekarno," kata Fajri.

Arief sendiri memang telah menyampaikan permintaan maaf. Tapi, ucap Fajri, tindakan Arief tersebut harus tetap dipertanggunjawabkan secara hukum. Fajri menyampaikan laporan tersebut hanya dilakukan kepada Arief secara personal.

Dalam laporan dengan nomor LP/3633/VIII/2017/PMJ/Dit.reskrimum, Fajri turut menyertakan barang bukti print out sejumlah pemberitaan di media online terkait pernyataan yang sudah disampaikan Arief.

Baca: Fadli Zon: Arief Poyuono Harus Tanggungjawab Atas Ucapannya

Terkait pernyataannya itu, Arief diduga telah melanggar Pasal 156 KUHP, Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP. Saat ini, dirinya tinggal menunggu kabar dari penyidik untuk diperiksa sebagai pelapor.

"Nanti tunggu panggilan polisi. Sekarang baru membuat laporan polisi dulu. Buat laporan nanti ada kajian dari Polda. Nanti itu mekanisme penyidik," kata Fajri.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas