Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demokrat Minta Polisi Proaktif Usut Ucapan Victor LAiskodat yang Diduga Menghasut Warga

Partai Demokrat meminta polisi untuk proaktif melihat ucapan Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Laiskodat yang menimbulkan polemik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in Demokrat Minta Polisi Proaktif Usut Ucapan Victor LAiskodat yang Diduga Menghasut Warga
Tribun Jabar/Teuku Muh Guci S
Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari di Hotel Panghegar, Selasa (28/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPartai Demokrat meminta polisi untuk proaktif melihat ucapan Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Laiskodat yang menimbulkan polemik.

Lewat sebuah video yang beredar, Victor berpidato dan dianggap memprovokasi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyebut sejumlah partai politik yang mendukung ekstimisme dan khilafah.

"Ada baiknya kepolisian pro aktif atas upaya yang menghasut warga dan bisa menimbulkan gesekan karena SARA dari oknum pengurus parpol tertentu di NTT!" kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda SariI lewat akun Twitter @isari68, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, Victor yang berstatus seorang pengurus parpol tertentu sangat tidak pantas menuding partai lainnya dengan alasan akan membuat khilafah di NTT.

"Jangan gara-gara urusan Pilkada NTT, anda merasa paling nasionalis dan menuding partai lain akan bikin negara khilafah. Itu sikap arogan dan preman!" katanya.

"Ujaran kebencian yang dilakukan Victor Laiskodat, Ketua Fraksi Nasdem ini membahayakan persatuan, kesatuan dan kebhinnekaan," kata Imelda.

Diberitakan sebelumnya, potongan video Viktor menyebar ke sejumlah group Whatsapp dan sosial media lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Video berdurasi dua menit lima detik ini, Viktor menyebut empat partai politik berada di belakang kelompok ekstremis dan gerakan khilafah yang ingin mengganti NKRI.

"Kelompok-kelompok ekstrimis ini ada mau bikin satu negara lagi, mereka ingin mengganti negara dengan khilafah. Celakanya partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga," kata Viktor dikutip dari video tersebut.

Dirinya lalu menyebut sejumlah partai yang berada di belakang ekstremis dan gerakan pro khilafah.

"Partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, partai nomor empat namanya PAN," kata Viktor. Hingga berita ini dihimpun, Viktor belum memberikan klarifikasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas