Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mencari Hakim Agung, Komisi Yudisial Gelar Wawancara Terbuka

Nilai integritas, rekam jejak dan visi misi pengetahuan hukum teori maupun filsafat, serta aspek kebangsaan yang bertanggung menjadi poin-poin utama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Yudisial menggelar wawancara terbuka bagi calon Hakim Agung 2017, Kamis (3/8/2017).

Tahap wawancara dipimpin oleh Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari beserta kedelapan panelis lainnya.

Di hari kedua ini pula, tahap wawancara akan mengahadirkan lima calon hakim agung dari Kamar Agama.

Kelima orang tersebut yakni Azizah Bajuber (hakim tinggi yustisial Badan Pengawas MA),  Bunyamin Alamsyah (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda), Firdaus Muhammad Arwan (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura), Jaliansyah (hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Semarang) dan Yasardin (hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jakarta).

Aidul Fitriciada mengatakan bahwa di hari kedua ini para calon hakim agung memberikan performa maksimal.

"Tapi kan ini belum terlihat semua," ucapnya di Gedung Komisi Yudisial, Senen, Jakarta Pusat.

Rekomendasi Untuk Anda

Nantinya, dari total 14 calon hakim agung dari kamar pidana, persada, agama, tata usaha negara dan militer akan diketahui mana yang pantas lolos dan tidak sebagai Hakim Agung.

"Kita sebenarnya secara sepintas meskipun harus diputus bersama sama sudah bisa menduga lah kira kira mana yang potensial mana yang tidak. Tapi nanti pada akhirnya diputuskan oleh sidang pleno," jelas Aidul Fitriciada.

Aidul pun membeberkan poin-poin apa saja yang menjadi penilaian panelis Komisi Yudisial dalam menilai para calon hakim agung.

Menurutnya, nilai integritas, rekam jejak dan visi misi pengetahuan hukum teori maupun filsafat, serta aspek kebangsaan yang bertanggung menjadi poin-poin utama dalam wawancara kali ini.

"Nah, kita harapkan dari wawancara ini sebagai tahap terakhir kita dapat memperoleh calon hakim yang memang bisa kita harapkan menjadi hakim agung," paparnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas