Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Produksi Susu Nasional Baru Bisa Penuhi 19 Persen Kebutuhan Dalam Negeri

Produksi susu nasional saat ini hanya mampu memenuhi 19 persen kebutuhan dalam negeri

Produksi Susu Nasional Baru Bisa Penuhi 19 Persen Kebutuhan Dalam Negeri
Tribunnews.com / Rizal Bomantama
Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir saat menerima souvenir dari Akademi Gastronomi Indonesia dalam diskusi publik yang diadakan di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produksi susu nasional saat ini hanya mampu memenuhi 19 persen kebutuhan dalam negeri. Demikian dikatakan, Staf ahli menteri bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Abdul Kadir saat ditemui di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Lebih tepatnya dari kebutuhan nasional sebesar 4,45 juta ton per tahun, pengusaha susu dalam negeri hanya mampu menghasilkan 852 ribu ton saja.

Menurutnya rendahnya produksi dalam negeri akibat dari tidak adanya keberpihakan dari pemerintah.

Baca: Politikus NasDem Sebut Ancaman Tarik Dukungan Jokowi Rugikan PKB Sendiri

"Kalau dulu di tahun 1980-an dan 1990-an produksi susu sedang bergairah lantaran adanya dorongan dari pemerintahan seperti program kredit sapi. Sekarang dari pengadaan bibit hingga pakan peternak harus berpikir sendiri."

"Sehingga wajar kalau saat ini profesi peternak hanya sebagai sambilan dengan jumlah rata-rata hanya 3 ekor sapi per peternak. Sementara kalau mau serius profesi peternak tidak bisa dijadikan profesi sampingan karena idealnya seorang peternak memiliki 10 ekor agar sejahtera," kata Abdul Kadir.

Baca: Sultan Hamengku Buwono IX Sudah Prediksi Datangnya Kemerdekaan RI Lewat Ramalan Jayabaya

Abdul Kadir juga menjelaskan, jikalau ada bantuan dari pemerintah itu tetap tidak bisa menutup kebutuhan nasional.

Ia mengatakan tanggung jawab untuk memberi dorongan agar produksi susu nasional kembali bergairah ada di tangan Kementerian Pertanian.

"Masalah bantuan di bidang peternakan sapi berkutat di sekitar penyediaan bibit dan pakan yang berkualitas, itu semua tanggung jawab Kementan, sementara Kementerian Koperasi berkutat di ranah usaha kecil dan menengah."

"Lalu peternak juga perlu pelatihan. Itu semua yang belum ada," tegasnya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Ferdinand Waskita
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas