Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Panglima TNI

Mahasiswa Harus Menjadi Kader Public Relations Berwawasan Kebangsaan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kepada 270 peserta Studium Generale, terdiri dari 150 Dosen tetap

Mahasiswa Harus Menjadi Kader Public Relations Berwawasan Kebangsaan
TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kepada 270 peserta Studium Generale, terdiri dari 150 Dosen tetap, Dosen Part Time dan Student League serta 120 Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) di Auditorium Prof. Dr. Djajusman dan performance Hall Sudirman Park STIKOM, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017). 

Laporan Puspen TNI,  Kolonel Inf Bedali Harefa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswa sebagai kader Public Relations di masa depan harus memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam dan terampil dalam membangun opini serta mampu bersaing di tingkat Internasional demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kepada 270 peserta Studium Generale, terdiri dari 150 Dosen tetap, Dosen Part Time  dan Student League serta 120 Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) di Auditorium Prof. Dr. Djajusman dan performance Hall Sudirman Park STIKOM, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa)

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo para mahasiswa LSPR sebagai kader Public Relations masa depan harus banyak berbuat dan berkreasi, bukan hanya berbicara. “Mahasiswa LSPR yang akan berhubungan dengan publik, perlu untuk memahami kondisi bangsa. Sebagai orang yang dekat dengan publik, tentunya harus dapat membangun suatu opini,” katanya.

Disisi lain, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya. “Nilai-nilai sila pada Pancasila, apabila kita lakukan dengan konsisten dan benar maka apa yang menjadi tujuan nasional yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pasti tercapai,” ungkapnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa)

“Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” ujar Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa)

Panglima TNI juga menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara besar di garis ekuator memiliki kekayaan melimpah sebagai sumber pangan, dan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi sasaran invasi oleh negara asing. “Hal ini merupakan bagian dari kompetisi global, karena pangan adalah mati hidupnya suatu bangsa, apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi bisa menjadi mala petaka,” ujarnya.  

“Hal itulah yang harus diantisipasi bangsa Indonesia karena kekayaan alamnya akan menjadi rebutan negara-negara asing. Jadi bangsa Indonesia harus siap menghadapi kenyataan ini karena salah satu negara di ekuator yang memiliki energi luar biasa besar,” pungkasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa)
Editor: FX Ismanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas