Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lancarkan Protes, Novel Sebut Terima Foto Diduga Penyiram Air Keras dari Anggota Densus 88

Novel Baswedan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura hari ini, Senin (14/8/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
zoom-in Lancarkan Protes, Novel Sebut Terima Foto Diduga Penyiram Air Keras dari Anggota Densus 88
TribunBatam/ Rio Batubara
Mengenakan pakaian warna hitam yang dipadu dengan celana panjang kain dan peci warna putih, Novel Baswedan keluar dari Masjid Istiqamah, Singapura. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura hari ini, Senin (14/8/2017).

Di antara proses penyidikan itu Novel sempat melancarkan protes kepada penyidik Polri.

Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa yang ikut mendampingi Novel, penyidik KPK itu sempat mengingatkan kembali bahwa dirinya pernah mengirimkan foto yang diduga merupakan pelaku penyiraman air keras kepada Kapolda Metro Jaya dan Direktur Kriminal Umum Mapolda Metro Jaya.

Baca: Pemerintah Guam Pastikan Keselamatan Warga Jika Korea Utara Tembakkan Rudal

"Jadi Novel menceritakan dia pernah diberitahu anggota Detasemen Khusus 88 Mabes Polri yang melakukan penyelidikan dan ditemukan indikasi pelaku. Ia menemukan foto yang diduga merupakan pelaku penyerangan," ujar Alghiffari.

Setelah menerima kiriman foto itu, Novel langsung meneruskan kepada adiknya untuk diperlihatkan kepada para tetangga.

Baca: Jalur Layang Special Bridge MRT Sepanjang 170 meter Dibangun dengan Metode Spesial

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan ternyata banyak yang mengenalinya dan mereka yakin itu merupakan pelaku apakah eksekutor atau pengintai. Foto itu sudah diserahkan Novel kepada Kapolda dan Dikrimum kira-kira 19 April 2017," terang Alghiffari.

Pemeriksaan atas Novel Baswedan memberikan kelegaan baginya dan keluarganya.

Pasalnya lambatnya proses pemeriksaan membuat berkembangnya isu Novel tidak kooperatif.

"Padahal Novel siap diperiksa kapan saja," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak yang juga ikut mengawal Novel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas