Tribun

Pakar Politik Sebut Simposium TMP Seperti Konvensi Cawapres 2019

Maruarar Sirait mengatakan, walau simposium ini bernuansa konvensi cawapres,TMP konsisten mendukung pemerintahan Joko Widodo

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pakar Politik Sebut Simposium TMP Seperti Konvensi Cawapres 2019
Ist

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Simposium nasional yang diselenggarakan Taruna Merah Putih (TMP) di Jakarta, Senin (14/8/2017), layaknya seperti  konvensi calon wakil presiden (wapres) 2019.

Mengapa? Karena di acara ini hadir para pembicara yang  banyak disebut-sebut  sebagai calon wapres, seperti Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Menkeu Sri Mulyani.

"Para pembicara tersebut menyampaikan pemikiran terkait bidang masing-masing seperti kebhinnekaan, persatuan dan perekonomian," kata pakar politik dari Indo Barometer, M Qodari, Senin.

Simposium nasional yang bertajuk '"Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa" di Balai Kartini, Jakarta Selatan ini juga, kata Qodari, sebagai wadah perkaderan bangsa karena banyak dihadiri oleh anak-anak muda seperti Ketua OSIS SMA dan ketua senat mahasiswa.

Sementara itu, Ketua DPP TMP, Maruarar Sirait mengatakan, walau simposium ini bernuansa konvensi cawapres,TMP konsisten mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) hingga akhir masa pemerintahan. 

Dia meminta semua masyarakat Indonesia juga melakukan hal yang sama.

"Posisi kita tegas, mendukung pemerintahan Jokowi-JK sampai 2019. Kita berikan kesempatan pada mereka berdua untuk memimpin. Karena mereka kan dipilih konstitusional. Kita relakan, kawal, ikhlaskan," ujarnya.

Ara juga menyoroti soal perjuangan anak muda Indonesia.

Menurutnya, dengan kekuatan anak muda bersama TNI dan Polri, maka bisa bersama-sama memberi perubahan.

"Anak muda itu penting, karena bisa dipercaya rakyat dan berani. Tidak ada perubahan tanpa anak muda. Anak muda, TNI dan Polri bergandeng tangan. Tidak pembangunan tanpa stabilitas politik. Stabilitas politik tidak boleh diraihkan berdasarkan otoriter," ucapnya.

Rencananya, acara simposium ini akan dibuka oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Simposium akan dibagi menjadi 3 sesi.

Sesi pertama bertema 'Intoleransi, Ancaman Bagi Kebhinnekaan dan Persatuan Bangsa' yang rencananya akan diisi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid dan Ketua UKP-PIP Yudi Latif.

Lalu, sesi kedua bertema 'Daya Saing Indonesai di Tengah Perekonomian Dunia'. Rencananya akan diisi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Chairul Tanjung, Ketum KADIN Indonesia Rosan Roeslani dan Ketum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia.

Sementara sesi terakhir bertema 'Kreativitas dan Komitmen Membangun Bangsa' yang rencananya akan diisi oleh Erick Thohir, Paundra Noorbaskoro, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Presiden BEM UI M Syaeful Mujab. 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas