Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

HUT Kemerdekaan RI

Bagaimana Panglima TNI Memaknai Kekompakan Mantan Presiden ?

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, memaknai peristiwa tersebut sebagai momentum untuk masyarakat meninggalkan cara berpikir yang negatif

Bagaimana Panglima TNI Memaknai Kekompakan Mantan Presiden ?
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo
Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Peristiwa istimewa terjadi di perayaan HUT ke-72 kemerdekaan RI, yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pagi tadi, Kamis (17/8/2017). Yakni para mantan Presiden akhirnya bisa bertemu pada upacara kemerdekaan.

Di acara pagi tadi, seluruh mantan presiden yang masih hidup, mulai dari Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, serta Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Megawati sebelumnya tidak pernah hadir saat SBY masih menjabat. Kini, mereka bisa berkumpul di Istana.

Baca: Sejarah Pasar Pocong di Palembang dan Kisah Mistis yang Dialami Pedagang

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, memaknai peristiwa tersebut sebagai momentum untuk masyarakat meninggalkan cara berpikir yang negatif.

Ia berpikir mereka yang sebelumnya sempat absen di Istana Merdeka, pasti punya alasan tepat.

"Itulah kenegaraan pemimpin-pemimpin kita, kita jangan berpikir negatif, oh tahun kemarin mungkin tidak datang, karena ada kegiatan di luar, pas wisuda anaknya (mungkin)," ujar Panglima TNI, kepada wartawan usai acara doa bersama di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Upacara yang digelar di Istana Merdeka hari ini, ia akui memang istimewa. Selain acara berjalan dengan khidmat dan penuh keakraban, kebijakan bahwa setiap undangan harus mengenakan pakaian adat, juga menunjukan betapa kaya Indonesia.

Baca: Kisah Penjaga Kuburan Bikin Merinding, Galian Makam Keluar Air Sampai Dibuntuti Sosok Hitam

"Dari pakaian saja orang sudah, wuih," ujar Gatot Nurmantyo menirukan ungkapan takjub.

"Kalau lihat (para) duta besar, tertegun itu, oh ternyata betapa kayanya Indonesia, yang kadang-kadang kita lupa di situ, menggunakan pakaian budaya orang lain," terangnya.

Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas