Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan PAN Tidak Undang Jokowi Dalam Rakernas di Bandung

Partai Amanat Nasional tidak mengundang Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional III PAN, Senin (21/8/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Alasan PAN Tidak Undang Jokowi Dalam Rakernas di Bandung
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional tidak mengundang Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional III PAN, Senin (21/8/2017).

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan, Rakernas digelar 21 - 23 Agustus 2017.

Rakernas memang dihelat untuk konsolidasi internal partai.

Pembahasan difokuskan untuk pemenangan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 dan Pemilihan Presiden 2019.

Baca: Kebakaran di Jatinegara Hanguskan 260 Rumah Warga

"Kita hanya mengundang pejabat daerah saja," ujar Eddy di kawasan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/8/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

PAN juga tak mengundang Ketua Umum Partai Politik lain.

Undangan hanya diberikan kepada pimpinan wilayah partai politik sebagai perwakilan.

Baca: Enam Anggota DPRD Kota Malang Diperiksa KPK Terkait Suap Pembahasan APBD

Menurut Eddy, konsolidasi internal akan membahas strategi pemenangan di wilayah-wilayah strategis termasuk Jawa Barat yang dianggap menjadi perhatian utama.

"Acara ini kita selenggarakan di Bandung karena memang Jawa Barat Pilkada banyak sekali ada 17 pilkada, termasuk Pilgub. Jadi kita menyemarakkan ini untuk berikan semangat pada teman-teman yang ada di Jawa Barat," ujar Eddy.

Baca: Jokowi Sesalkan Bendera Indonesia Tercetak Terbalik

PAN memprioritaskan di beberapa wilayah, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Ia menilai, ke enam wilayah itu sangat penting mengingat jumlah pemilihnya yang cukup besar.

"Yang kepadatan penduduknya sangat tinggi ya semua partai juga sudah melihat pilkada 2018 itu merupkan warming up atau pemanasan menghadapi pemilu pilpres 2019," ujar Eddy.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas