Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

TNI dan Nelayan Indonesia Bantu Cari Awak Kapal Perang USS Jhon S McCain

"Kopaska (TNI AL), kemudan kapal-kapal kecil, termasuk nelayan kita mobilisasi di tempat yang aman dari jalur itu,"

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in TNI dan Nelayan Indonesia Bantu Cari Awak Kapal Perang USS Jhon S McCain
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo
Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulai Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI ikut membantu mencari awak kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Jhon S McCain yang masih hilang, setelah bertabrakan dengan kapal tangker MV Alnic MC di Selat Malaka, Senin (21/8/2017).
Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan pihaknya menurunkan prajurit TNI, beserta nelayan-nelayan tradisional.

"Kopaska (TNI AL), kemudan kapal-kapal kecil, termasuk nelayan kita mobilisasi di tempat yang aman dari jalur itu," kata Gatot kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).

Baca: Kapal Perang USS John S McCain Tabrak Tanker di Singapura, Amerika Cari 10 Pelautnya

Diberitakan sebelumnya, kapal USS Jhon S McCain yang tergolong sebagai kapal penghancur itu, bertabrakan dengan kapal tanker MV Alnic MC berbobot 30040 GT di Selat Malaka yang masuk wilayah Singapura.

Atas insiden tersebut selain kapal perang tersebut mengalami kerusakan, sepuluh orang awaknya dinyatakan hilang.

Baca: Korea Utara Ketahuan Pasok Senjata Kimia ke Suriah

Rekomendasi Untuk Anda

Sampai saat ini, pencarian masih dilakukan pasukan gabungan dari Singapura, AS, dan Malaysia, terhadap sepuluh awak kapal USS Jhon S McCain yang masih hilang.

Panglima TNI menyebut Indonesia turun bersama unsur-unsur dari Singapura, AS, dan Singapura, untuk mencari ke sepuluh pelaut AS yang masih hilang, di perairan seputaran Selat Malaka.

Baca: Tidak Ada Minyak Tumpah Akibat Tabrakan Kapal Tanker Dengan Kapal Perang Amerika di Selat Malaka

Penentuan wilayah pencarian menurut Panglima TNI mengacu pada arus laut pada hari Senin lalu.

"Kita lihat berdasarkan pada saat kejadian, arus kemana, yang kita kejar itu," ujarnya.

Panglima TNI memaklumi kecelakaan bisa terjadi di wilayah tersebut.

Gatot Nurmantyo menyebut lokasi terjadinya tabrakan itu, merupakan salah satu wilayah dengan arus lalu lintas kapal terpadat se dunia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas