Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Din Syamsuddin: Kemenag Harus Ikut Tanggung Jawab soal First Travel

Din Syamsuddin, meminta pemerintah, khususnya Kementerian Agama untuk tidak lepas tangan dalam kasus First Travel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Din Syamsuddin: Kemenag Harus Ikut Tanggung Jawab soal First Travel
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Polisi menggelar tersangka kasus penipuan PT First Travel dengan menunjukan barang bukti dan tersangka di Bareskrim Polri, Gambir Jakarta Pusat, Selasa (22/8). Bareskrim Polri menetapkan tiga orang tersangka yakni Andika Surachman (kedua dari kiri), Anniesa Desvitasari (tengah), dan Siti Nuraidah Hasibuan terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umroh yang dilakukan PT First Travel yang kerugiannya mencapai Rp. 848 miliar. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, meminta pemerintah, khususnya Kementerian Agama untuk tidak lepas tangan dalam kasus First Travel.

"Saya harapkan Kementerian Agama tidak boleh lepas tangan, harus ikut bertanggung jawab, tidak hanya secara hukum tetapi juga secara moral," kata Din di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Menurut Din, kasus First Travel terjadi tak lain karena lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Kemenag yang memberikan izin biro perjalanan umrah.

Baca: Ada OTT di Ditjen Hubla, Kemenhub: Tunggu Statement Resmi KPK

"Saya menilai ini terjadi karena lemahnya pengawasan bahkan mungkin ada pengabaian, ada pembiaran, sehingga hal-hal seperti ini dibiarkan. Begitu ada masalah besar kita ribut-ribut," kata Din.

Karena itu, mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu meminta ke depan ada pembenahan serius yang dilakukan oleh pemerintah dengan belajar pada kasus First Travel saat ini.

"Ini harus diatur oleh negara, membenahi penyelenggaraan umrah dan juga haji. Ini jangan anggap remeh, hampir 60 ribu calon jemaah menjadi korban. Perlu diusut setuntas-tuntasnya," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini semua harus menjadi pelajaran, jangan sampai terulang lagi. Semua pihak umrah dan haji perlu menyadari bahwa kegiatan bisnis ini berbeda dengan bisnis lain, ini bukan pariwisata, tetapi ini adalah ibadah," tutur Din.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di Kompas.com, dengan judul: Kasus First Travel, Din Syamsuddin Minta Kemenag Tak Lepas Tangan

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas