Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jualan Martabak di CFD, Putra Jokowi Menolak Dikawal Paspampres

Pria kelahiran 1 Oktober 1987 itu tampak berjalan bebas ke sana ke mari tanpa dikawal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Jualan Martabak di CFD, Putra Jokowi Menolak Dikawal Paspampres
Tribun Solo/Chrysnha Pradipha
Putera Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep meluncurkan bisnisnya di Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (27/8/2017) pagi. TRIBUN SOLO/CHRYSNHA PRADIPHA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka memilih tidak dikawal Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres) dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Demikian pula saa ia berjualan martabak dan kopi di Car Free Day (CFD) Kota Solo, Minggu (27/8/2017).

Pria kelahiran 1 Oktober 1987 itu tampak berjalan bebas ke sana ke mari tanpa dikawal.

Hal tersebut membuat masyarakat dengan mudah berinteraksi langsung dengan Gibran. Bahkan, banyak pula yang mengajak swafoto.

Pengamatan Kompas.com, saat itu hanya istri Gibran, Selvi Ananda, dan anaknya, Jan Ethes Sri Narendra yang didampingi dua orang masing-masing pria dan wanita yang mengenakan kaos berkerah bertuliskan Paspampres.

Baca: Putri Jokowi Kenakan Tas Mewah Saat HUT RI di Istana Negara, Berapa Harganya?

Saat berbincang dengan Kompas.com di salah satu kantornya bersama rekan-rekannya, Gibran mengungkapkan alasan mengapa dia tak ingin dikawal Paspampres.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bukannya saya enggak mau (dikawal). Tapi enggak apa-apa, aman kok. Saya merasa aman," ujar Gibran.

Pemilik perusahaan katering Chili Pari itu mengaku sudah terbiasa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa didampingi pengawal.

Hal tersebut membuatnya lebih leluasa melaksanakan kegiatannya tanpa dibatasi protokol yang kaku.

"Jadi lebih bebas saja (tanpa pengawalan)," ujar Gibran.

Lagipula, pria yang juga memiliki usaha Martabak Kota Baru alias Markobar itu lebih banyak menghabiskan waktu di tanah kelahirannya, Solo.

Menurut dia, Solo merupakan kota yang aman.

"Kalau Solo aman. Kota kecil kan, ke mana-mana aman," lanjut dia.

Tidak jarang, ia mengemudikan mobil sendiri jika beraktivitas di Solo. Ketika berada di Jakarta, pengawalan melekat berlaku ke mana pun Gibran pergi.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Berita ini telah terbit di Kompas.com dengan judul: Cerita Gibran Rakabuming Memilih Tidak Dikawal Paspampres

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas