Anggota DPR RI Sebut Serapan Pemerintah Terhadap Beras Menurun
Perbandingan serapan semestar 1 tahun 2017 dibandingkan periode yang sama tahun 2016 memiliki selisih sekitar 600 ribu ton.
Penulis:
Eri Komar Sinaga
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Ichsan Firdaus mengatakan daya serap Pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) terhadap beras menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbandingan serapan semestar 1 tahun 2017 dibandingkan periode yang sama tahun 2016 memiliki selisih sekitar 600 ribu ton.
Menurut Ichsan, penurunan tersebut disebakan karena terkait peraturan yang dikeluarkan Pemerintah itu sendiri. Pendapat tersebut disampaikan Ichsan saat diskusi bertajuk 'Beras Jadi Komoditas Strategis, lagi'di Menteng, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).
"Itu karena terkendala regulasi. Gabah kering panen itu Rp 5.000 dan HET (Harga Ecertan Tertinggi) Pemerintah Rp 3.600. Bulog berkompetisi di tingkat bawah juga berat. Teknologi Bulog juga kalah dengan juragan beras. Bagaimana Bulog melakukan upaya penyerapan beras petani," kata Ichsan saat diskusi.
Baca: Pemerintah Diminta Fokus Awasi dan Dampingi Pengelolaan Dana Desa
Ichsan pun mengkritik mengenai HET tersebut. Menurut Ichsan, kebijakan tersebut berpotensi justru menyebabkan ketersediaan beras berkurang. Dia kemudian meningatkan mengenai kasus PT Indo Beras Unggul (IBU) yang sempat digerebek polisi.
"Kalau kemudian kayak PT IBU dihajar bahwa seolah-olah ada pembelian lebih tinggi dari yang ditetapkan tiba-tiba beras (Pasar) Cipinang berkurang jauh. Ada protes sebenarnya dari pedagang kalau ada pendekatan keamanan seperti ini," kata Ichsan.