Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Mau Kerja Sama, Saksi Sebut Produk Johanes Marliem Jelek

Direktur Utama PT Karsa Wira Utama, Winata Cahyadi mengungkapkan pernah bertemu dengan almarhum Direktur PT Biomorf Johanes Marliem.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tidak Mau Kerja Sama, Saksi Sebut Produk Johanes Marliem Jelek
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengusaha yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP), Andi Agustinus alias Andi Narogong. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Karsa Wira Utama, Winata Cahyadi mengungkapkan pernah bertemu dengan almarhum Direktur PT Biomorf Johanes Marliem.

Dalam pertemuan tersebut, Marliem ingin agar Winata menggunakan produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP di Indonesia.

Baca: Novel Baswedan: Setelah 5 Bulan Mata Kanan Saya Insya Allah Bisa Kembali Normal

Perusahaan Winata adalah perusahaan yang menang dalam uji petik e-KTP dan ikut tender e-KTP. Dalam kesaksiannya untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, Winata mengungkapkan kualitas produk tersebut ternyata jelek.

Baca: Saat Rombongan KPK yang Hadir Dalam Rapat Di Komisi III Diminta Memperkenalkan Diri

"Saya ketemu Johannes Marliem. Saya pemenang waktu uji coba. Dia minta pake produk dia. Saya bilang barang 'you' jelek," kata Winata di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Karena kualitas yang rendah tersebut, Winata menolak bekerja sama dengan Marliem.

Belakangan, Winata mengetahui Marliem menggunakan produk pemindaian Iris.

Baca: Jaksa KPK Ungkap Bukti Transfer Rp 2 Miliar Dari PT Quadra Kepada Rudy Alfonso dan Partner

"Di kemudian hari dia pake iris untuk menutupi kejelekan produk dia. Jadi kita nggak ajukan iris. Saya bilang teknologi 'you' ketinggalan," kata Winata.

Sekadar informasi, Johanes Marliem meninggal di Amerika Serikat karena bunuh diri, belum lama ini. Marliem disebut-sebut selama ini adalah saksi kunci terkait perkara korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas