Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nurul Arifin: Setya Novanto Harus Istirahat Total

Ketua umum Partai Golkar itu disebut dalam kondisi lemas dan masih menggunakan infus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Nurul Arifin: Setya Novanto Harus Istirahat Total
Eri Komar Sinaga/Tribunnews.com
Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin di RS MRCC Siloam, Jakarta, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Setya Novanto disarankan dokter agar istirahat total dari seluruh kesibukannya.

Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan kondisi Setya Novanto hingga kini masih dilanda kelelahan.

"Kalau menurut permintaan dokter supaya istirahat total," kata Nurul Arifin usai membesuk Novanto di RS MRCC Siloam, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Nurul mengungkapkan Novanto masih menderita vertigo.

Ketua umum Partai Golkar itu disebut dalam kondisi lemas dan masih menggunakan infus.

Kata Nurul, kondisi Novanto melemah karena kelelahan. Pada pekan lalu, Novanto melakukan aktivitas padat di Bali.

Ternyata, Novanto juga masih menyempatkan diri bermain olah raga ping pong.

Rekomendasi Untuk Anda

"Main pingpong jatuh pingsan dan diputuskan dibawa ke sini," kata Nurul.

Nurul sendiri mengaku tidak tahu alasan Novanto sehingga harus dirawat inap sejak Minggu malam, pekan lalu.

Akan tetapi, Nurul mendapat informasi dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham jika Novanto terindikasi memiliki penyakit lainnya.

Baca: Polisi Temukan Bendera HTI di Rumah Mahasiswa Penghina Istri Presiden Jokowi

"Ada indikasi lain yang kita belum tahu karena harus diperiksa laboratorium. Kemarin sudah diambil pemeriksaan MRI, dan udah dilakukan USG tadi pagi. Hasilnya saya tidak bisa beritahu. Ini kan kewenangan dokter," kata dia.

Sekadar informasi, Novanto adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013.

Novanto diduga sebagai otak utama dari proyek Rp 5,9 triliun yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas