Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TNI Siap Mendukung Pembuatan Film Pengkhianatan G30S/PKI Versi Baru

"Kalau namanya pemerintah membuat, TNI bagian dari pemerintah, apa yang dibuat pemerintah ya kita ikuti,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in TNI Siap Mendukung Pembuatan Film Pengkhianatan G30S/PKI Versi Baru
TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku siap membantu pemerintah untuk memproduksi film Pangkhianatan G30S/PKI versi baru.

Wacana tersebut sebelumnya muncul dari Presiden RI Joko Widodo.

"Kalau namanya pemerintah membuat, TNI bagian dari pemerintah, apa yang dibuat pemerintah ya kita ikuti," ujar Gatot di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).

Baca: Soal Nonton Film G30S/PKI, Panglima TNI: Kamu Kawin Juga Bisa Dipolitisasi, Biarkan Saja

Jika memang pemerintah hendak memproduksi film tentang peristiwa 1965, Panglima TNI mengaku percaya film tersebut tidak bisa diproduksi dalam waktu singkat.

Karena untuk mengurai apa yang terjadi 52 tahun lalu, diperlukan riset mendalam dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Jawaban Panglima TNI Soal Film Jagal dan Senyap Tidak Ikut Diputar

"Saya yakin pemerintah membuat film itu dalam waktu sebulan-dua bulan, kalau sebulan dan dua bulan, berarti itu bohong-bohongan itu," ujarnya.

Baca: Menhan:Film G30S/PKI Sesuai Kenyataan, Tidak Apa-apa Diputar, Pelajaran Bagi Kita Semua

Panglima TNI telah mengeluarkan instruksi untuk jajarannya menyaksikan film Pengkhianatan G30S/PKI yang bercerita soal peristiwa 1965.

Instruksi tersebut penting untuk dikeluarkan menurutnya, mengingat sejak 1998, film itu sudah tidak lagi jadi film wajib dan mereka yang hidup setelahnya dikhawatirkan tidak mendapat peljaran penting tentang sejarah kelam republik ini.

"Kalau sudah tidak ada lagi untuk menginformasikan, siapa? Anak tumbuh dewasa ada media sosial. Itu yang diterima akhirnya tidak sadar. Sejarah kan cenderung berulang. Kalau berulang kan kasihan bangsa ini," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas