Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ray Rangkuti Pertanyakan Informasi A1 Panglima TNI

Jenderal Gatot seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir dengan bergulirnya isu yang masih belum jelas kebenarannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
zoom-in Ray Rangkuti Pertanyakan Informasi A1 Panglima TNI
youtube
Direktur Lingkar Madani Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti angkat bicara terkait pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Jenderal Gatot menyebut adanya impor 5 ribu pucuk senjata api ilegal yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu dan mencatut nama Presiden Joko Widodo

Ray ditemui di Gedung LBH-YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017), mengatakan seharusnya Gatot menyampaikan informasi penting tersebut kepada lembaga yang resmi.

Ia menambahkan, sebagai seorang pemimpin tertinggi TNI, Gatot seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir dengan bergulirnya isu yang masih belum jelas kebenarannya dan telah beredar di publik.

"Tidak boleh menjadikan informasi sepenting itu, menjadi 'isu gelap' di antara masyarakat," jelas Ray.

Menurutnya, pembahasan isu penting yang dilakukan Gatot di hadapan para purnawiran TNI itu tidak sesuai pada tempatnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai, Gatot sebaiknya menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan Presiden Joko Widodo atau Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.

"Jelas pertemuan purnawirawan itu bukan forum untuk menyampaikan isu sepenting itu, sampaikanlah melalui Komisi I di DPR, sampaikan langsung kepada Presiden," kata Ray.

Pengamat politik tersebut pun mempertanyakan sejauh mana kebenaran dari pernyataan yang disampaikan oleh Panglima TNI itu.

"Nah ini beliau membicarakan soal itu di depan Purnawirawan TNI. Pertanyaannya, sejauh mana benarnya pernyataan pak GN itu? Itu juga menjadi pertanyaan," tegas Ray.

Lebih lanjut, Ray kembali menanyakan sejauh mana kebenaran dari informasi yang disebut A1 itu. Karena informasi A1 seharusnya disampaikan pada lembaga resmi.

Namun faktanya, pernyataan itu disampaikan dalam forum tidak resmi, yakni pertemuan dengan para purnawirawan TNI.

"Sebenar apa informasi A1 yang disebutkan oleh beliau ini, karena disampaikan bukan pada forum resmi," pungkas Ray.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas