Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tokoh Muda Golkar: Pergantian Ketum Tidak Perlu Konfirmasi Setya Novanto

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia, mengatakan pergantian Ketua Umum Partai Golkar dan menujuk Pelaksana Tugas (Plt) seharusn

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia, mengatakan pergantian Ketua Umum Partai Golkar dan menujuk Pelaksana Tugas (Plt) seharusnya tidak perlu meminta konfirmasi Setya Novanto.

Terlebih, DPP Golkar telah mengetahui bahwa elektabilitas dan citra partai terus merosot paska Setya Novanto terjerat kasus korupsi e-KTP.

"Langsung saja rapat pleno besok dan putusakan. Siapa yang memang orang yang pantas meningkatkan citra Partai Golkar," jelas Ahmad Doli Kurnia saat ditemui di D'Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Baca: Misteri Pria yang Akan Menikahi Dewi Perssik, Asistennya yang Ganteng Ini Bakal Jadi Suaminya?

Doli berharap dalam rapat pleno besok, orang yang terpilih bukam dari kelompok orang yang melindungi Setya Novanto.

Karena, apabila hal tersebut terjadi dan menetapkan plt ketua umum orang-orang dari kalangan Setya Novanto, hal itu menunjukan DPP Golkar menunjuk bukan berdasarkan elektabilitas yang turut tetapi atas kepentingan kelompok.

"Bukan malah memilih orang yang selama ini menjadi tameng untuk Setnov dan bukan kroni-kroni Setnov," ungkap Doli.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau besok mereka pilih Golkar 'hitam' ya main-main juga, berarti bukan berdasarkan untuk merespon hasil dari survey yang citranya buruk, tetapi lebih kepada kepentingan kelompok-kelompok tertentu," paparnya.

Baca: Menteri Situ Nurabaya Harap Panda Raksasa Bisa Nikah di Tahun Depan

Sebelumnya, Tim kajian elektabilitas DPP Partai Golkar yang dipimpin Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Yorrys Raweyai mengeluarkan rekomendasi untuk penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum partai berlambang beringin itu untuk menggantikan Setya Novanto yang kini tengah mengalami gangguan kesehatan.

Rekomendasi itu muncul lantaran terus menurunnya elektabilitas Partai Golkar sejak Setnov ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP.

Rekomendasi itu sendiri sudah disampaikan kepada Setya Novanto melalui Sekretaris Jenderal Idrus Marham.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas