Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri Tegaskan Tugas Brimob Bantu Tentara Jika Terjadi Perang

Brimob, menurut dia, membutuhkan senjata untuk penanganan sejumlah kasus khusus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Polri Tegaskan Tugas Brimob Bantu Tentara Jika Terjadi Perang
TRIBUN/DANY PERMANA
KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kanan) menunjukkan jenis senjata pelontar granat yang kini masih tertahan di kepabeanan Bandara Seokarno-Hatta, saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Sabtu (30/9/2017). Saat ini Korps brimob masih menunggu rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis TNI terkait tertahannya 280 pucuk senjata pelontar granat dan 5932 pucuk amunisi di kepabeanan Bandara Soekarno-Hatta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakor Brimob Irjen Murad Ismail, menjelaskan kesatuannya memiliki tugas khusus dibanding kesatuan lain di bawah Polri.

Brimob, menurut dia, membutuhkan senjata untuk penanganan sejumlah kasus khusus.

"Tugas pokok Brimob adalah tugas kepolisian khusus, khususnya kasus menanganinya intensitas tinggi itu ada antiterorisme, antibahan peledak dan sebagainya," ujar Murad di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).

Murad menjelaskan tugas  Brimob adalah membantu, melengkapi, melindungi, memperkuat dan menghentikan.

Lebih jauh, dirinya mengungkapkan bahwa Brimob dapat membantu TNI sebagai alat pertahanan negara, jika dalam keadaan perang.

"Peran Brimob ada lima ditambah satu apabila negara dalam keadaan perang. Brimob pembantu tentara dalam menghadapi musuh. Apabila terjadi peperangan, Brimob membantu TNI dalam melawan musuh-musuh negara," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, dikabarkan bahwa senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk dan 5.932 butir peluru ditahan oleh BAIS TNI di bandara Soekarno-Hatta.

Namun, hal ini langsung dibantah oleh pihak kepolisian yang mengatakan bahwa senjata ini sah dan sesuai prosedur.

Senjata asal Bulgaria ini diimpor oleh PT Mustika Duta Mas. Rencananya akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas