Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bendahara Saracen dan Tamasya Al-Maidah Ternyata Memiliki Hubungan Adik Kakak

Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga mengetahui aliran dana kepada kelompok Saracen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bendahara Saracen dan Tamasya Al-Maidah Ternyata Memiliki Hubungan Adik Kakak
Twitter
Asma Dewi Ali Hasjim, tersangka terkait ujaran kebencian yang diduga masih terhubung dengan kelompok penyebar kebecian Saracen dan merupakan bendahara Tamasya Al Maidah pada masa pemilihan Gubernur DKI Jakarta lalu, ditangkap di rumah kakaknya, di Kompleks Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI), Ampera, Jakarta Selatan, oleh tim dari Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri pada Jumat (8/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali mendalami aliran dana kepada kelompok penyebar ujaran kebencian, Saracen.

Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga mengetahui aliran dana kepada kelompok Saracen.

"Pada hari ini Riandini dan Dwiyani, sedang diperiksa," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, melalui keterangan tertulis.

Sementara itu, Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar, mengungkapkan bahwa Riandini pernah menjabat sebagai bendahara kegiatan Tamasya Al-Maidah.

Bahkan keduanya memiliki hubungan sebagai adik dan kakak.

"Riandini itu bendahara Tamasya Al-Maidah, Dwiyani member saracen. Mereka ini adik kakak, satu di Tamasya Al-Maidah, satu di Saracen,"kata Irwan di kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Baca: Polisi Tolak Laporan Terkait Nikita Mirzani-Panglima TNI, Ini Alasannya

Rekomendasi Untuk Anda

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari pendalaman yang dilakukan terhadap Retno yang disebut sebagai bendahara Saracen.

"Retno telah dimintai keterangan kemarin tanggal 4 Oktober 2017," kata Martinus.

Seperti diketahui saat ini polisi masih mengejar sosok yang menyewa jasa kelompok Saracen.

Sebelumnya dari hasil pendalaman penyidik ditemukan aliran dana dari Asma Dewi ke anggota inti Saracen berinisial NS. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas