Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBNU Berhasil Hadang Agresi Politik Panglima TNI

Pernyataan Panglima TNI mengenai hal tersebut menurut Amin ditujukan untuk menarik simpati masyarakat Islam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PBNU Berhasil Hadang Agresi Politik Panglima TNI
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Peneliti LIPI Amin Mudzakir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amin Mudzakir menyatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ingin meningkatkan popularitasnya di kalangan masyarakat muslim melalui pernyataan-pernyataan kontroversialnya akhir-akhir ini.

Satu di antaranya adalah pernyataan seputar peristiwa 1965 dan isu kebangkitan komunis.

Pernyataan Panglima TNI mengenai hal tersebut menurut Amin ditujukan untuk menarik simpati masyarakat Islam.

Namun menurut Amin pernyataan Panglima TNI mengenai isu komunis tidak terlau direspon masyarakat lantaran adanya sikap dari pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Hal itu bisa kita lihat dari pernyataan Ketua PBNU Said Aqil Siraj yang menyatakan boleh-boleh saja Panglima TNI mengajak nonton bersama film pemberontakan PKI tapi tolong lihat juga film tentang pemberontakan yang dilakukan organisasi lain. Oleh karena itu isu kebangkitan komunis tidak terlalu direspon di masyarakat," kata Amin saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017).

Baca: KPU Hanya Layani Pendaftaran Parpol Calon Peserta Pemilu Sampai 16 Oktober 2017

Amin menyatakan sikap PBNU menghadapi pernyataan Panglima TNI merupakan refleksi kepemimpinan baru pasca-muktamar di Jombang yang mengagendakan rekonsiliasi terhadap masa lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Gerakan PBNU itu membuat masyarakat di kalangan akar rumput telah tercerahkan mengenai peristiwa berdarah 1965.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas