Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri: Menko Polhukam Akan Pimpin Pokja tentang Aturan Senjata Api

Rapat koordinasi yang digelar di Kemenkopolhukam menghasilkan rekomendasi untuk mengakhiri polemik mengenai senjata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polri: Menko Polhukam Akan Pimpin Pokja tentang Aturan Senjata Api
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, didampingi Kepala Badan Intlijen Negara (BIN), Budi Gunawan, Panglima TNI. Jendral TNI. Gatot Nurmantyo, Kapolri. Jendral Pol. Tito Karnavian, dan Menteri Pertahanan (Menhan). Ryamizard Ryacudu, memberikan keterangan soal polemik impor senjata polri, di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat koordinasi yang digelar di  Kemenkopolhukam menghasilkan rekomendasi untuk mengakhiri polemik mengenai senjata.

Menurut catatan  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto rekomendasi tersebut berupa  pembentukan kelompok kerja (pokja) yang membahas tentang senjata api. Pokja ini rencananya akan dipimpin oleh Menkopolhukam, Wiranto.

"Langkah berikutnya adalah akan membentuk semacam Pokja untuk mengatur peraturan tentang senjata api  ini, dengan ketuanya adalah, Kemenkopolhukam. Jadi agar aturan nanti satu dan tidak membingungkan masyarakat," ujar Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017).

Setyo mengungkapkan bahwa Wiranto pada pertemuan tersebut menyebut ada ketidaksesuaian dalam peraturan senjata di tanah air.

Pertama tentang regulasi tentang senjata yang tumpang tindih dari tahun 1948 sampai sekarang," tambah Setyo.

Seperti diketahui, Menkopolhukam Wiranto, menggelar rapat kordinasi terbatas, membahas soal pembelian senjata.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam rapat hari ini antara lain hadir Panglima TNI. Jendral TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, dan direktur PT. Pindad. Abrahan Mouse.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas