Sudirman Said Diperkenalkan Kepada Warga Kampung Warteg
Mantan Menteri ESDM yang juga bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said mengunjungi Brebes dan Tegal, Jumat (6/10/2017).
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri ESDM yang juga bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said mengunjungi Brebes dan Tegal, Jumat (6/10/2017).
Dalam kunjungannya tersebut, Sudirman Said mampir ke Kampung Warteg, di Desa Cabawan, Tegal, Jateng.
Desa ini merupakan kampung halaman para pedagang warteg yang tersebar di Jabodetabek maupun daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Saat Sudirman di Desa Cabawan, turut hadir pula Ketua Umum Koperasi Warung Tegal (Kowarteg) Sastoro.
Sastoro pun memperkenalkan Sudirman kepada warga Desa Cabawan di sela ibadah salat Jumat.
Baca: Berstatus Tersangka, KPK Cecar Soal Lonjakan Harta Kekayaan Bupati Rita Widyasari
"Iki sedulurku lanang (saudara laki-laki saya), mantan menteri ESDM. Tolong wajahnya diingat-ingat nanti pemilu (Pilgub) 2018 dipilih," kata Sastoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/10/2017).
Dalam kesempatan itu Sastoro meminta jamaah salat Jumat mendoakan Sudirman Said agar mendapat kepercayaan masyarakat memimpin Jateng.
Sebelum ke masjid, Sastoro juga mengenalkan Sudirman kepada warga Cabawan, yang berada di sekitar daerah tempat tinggalnya.
Sudirman pun berkesempatan menyaksikan sendiri hasil jerih payah para diaspora (perantau) Tegal yang menjadi pedagang nasi di Jabodetabek.
"Ini contoh nyata bahwa masyarakat perantau bisa membangun desanya, setelah berhasil di perantauan," kata Sudirman.
Sudirman sendiri merasa salut dengan keberadaan warteg yang tersebar di berbagai penjuru negeri, karena menggerakan ekonomi masyarakat dan dapat menyediakan lapangan kerja yang cukup besar.
Baca: Villa Di Puncak Ini Jadi Menyeramkan Setelah Pemiliknya Meninggal Dunia
Dia menggambarkan, jumlah warteg yang ada di Jabodetabek saja mencapai sekitar 35.000 warung.
Jika masing-masing warteg, yang beroperasi 24 jam mempekerjakan lima orang karyawan saja, maka ada sekitar 175.000 lapangan pekerjaan.
Selain itu menurutnya, keberadaan warteg juga dapat menggerakkan ekonomi pedesaan. Karena warteg menyerap produk-produk pertanian dan peternakan rakyat.
Mulai dari beras, sayur mayur, buah-buahan ikan, ayam, telur, tahu, tempe dan lain-lain.
"Dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat kelas bawah, warteg juga menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat akan bahan makanan pokok," tutur Sudirman.
Baca: Menilik Rumah Berusia 100 Tahun di Lembang, Pernah Dipakai Film Si Kabayan Hingga Diincar Pebisnis
Dalam pandangan Sudirman, melihat kontribusinya yang begitu besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah perlu memberikan perlindungan kepada pengusaha warteg.
Di antaranya dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi keberlangsungan dan keamanan dalam berusaha.
"Misalnya dengan menciptakan stabilitas harga kebutuhan pokok agar harga porsi makanan di warteg tetap terjangkau masyarakat bawah," kata Sudirman.