Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah ketegasan Jokowi Ambil Keputusan Soal Subsidi BBM

"Kalau saya boleh mendefenisikan pak Jokowi itu kira-kira tegas untuk rakyat,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kisah ketegasan Jokowi Ambil Keputusan Soal Subsidi BBM
Kompas TV
Menteri Sekretaris Negara Pratikno salam program Rosi #Jokowi's Way, Kamis (12/10/2017), 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga tahun sudah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintah di Indonesia.

Selama waktu itu pula, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjadi sosok yang bisa dibilang sangat dekat dengan sosok mantan Walikota Solo itu.

Dalam program Rosi #Jokowi's Way, Kamis (12/10/2017), mantan Rektor UGM ini pun buka-bukaan mengenai sosok Jokowi.

Baca: Audit Internal TNI Soal Heli AW101 Dipertanyakan

"Kalau saya boleh mendefenisikan pak Jokowi itu kira-kira tegas untuk rakyat," ujar Pratikno dalam program Rosi #Jokowi's Way, di Kompas TV, Kamis (12/10/2017)

Pratikno menggambarkan sosok Jokowi.

Rekomendasi Untuk Anda

Pratikno mengenang kisah di awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) memerintah.

Baca: KRL Mogok di Cikini Akibat Terjadi Gangguan Pada Motor Penggerak

Waktu itu, Presiden Jokowi hendak berangkat ke Beijing untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), pada November 2014 lalu.

Sebelum berangkat Presiden Jokowi harus membuat satu keputusan besar, yaitu mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari konsumtif menjadi produkti.

"Sebuah keputusan yang sangat, sangat besar dan sangat tidak populis," ucap Pratikno.

Baca: Memakai Rotator Tanpa Izin, Pengendara Mobil Akan Didenda Rp 250 Ribu

Tapi, imbuhnya, Presiden Jokowi percaya bahwa kebijakan subisi yang konsumtif selama ini harus dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif, seperti untuk pertanian dan sebagainya.

Apalagi berdasarkan penelitian para analis dan ekonom mengungkapkan subsidi BBM itu dikonsumsi 70 persen kelas menengah atas. Bukan untuk manyoritas rakyat.

Baca: DPR Janji Akan Bela Maksimal Korban First Travel

"Demi rakyat ini harus dilakukan," kata Presiden Jokowi saat itu seperti dikisahkan Pratikno.

Saat itu menurut Pratikno, semua pihak sudah mengingatkan Presiden jika kebijakan itu diambil akan membuat heboh dan aksi demonstrasi.

Tapi, Presiden Jokowi tak bergeming dan menegaskan sikapnya.

"Engak lah, ini untuk rakyat, kita harus lakukan," tegas Jokowi saat itu, kata Pratikno.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas