Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dampak Medsos, Fenomena Persekusi Meningkat Selama Pilkada 2017

Fadil mengungkapkan bahwa media sosial menjadi salah satu faktor penyebab tingginya tingkat persekusi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
zoom-in Dampak Medsos, Fenomena Persekusi Meningkat Selama Pilkada 2017
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama
Tersangka kasus persekusi Cipinang, Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran, mengungkapkan tindakan persekusi yang marak sejak akhir tahun lalu.

Hal itu dimulai saat Pilkada DKI Jakarta.

"Dalam proses Pilkada DKI Jakarta kita mengenal adanya persekusi. Orang-orang yang dianggap melanggar hak orang lain dipersekusikan dan lalu kemudian dilakukan tindakan-tindakan," ujar Fadil dalam seminar yang dilaksanakan di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017).

Baca: Pilgub Jatim, Khofifah Diminta Gandeng Kader Golkar Jadi Calon Wakil Gubernur

Fadil mengungkapkan bahwa media sosial menjadi salah satu faktor penyebab tingginya tingkat persekusi.

"Fenomena persekusi pada saat akhir tahun kemarin dan awal tahun ini luar biasa. Ada catatan sebanyak 47 kasus persekusi. Ini antara lain dampak media sosial," ungkap Fadil.

Salah satu kasus persekusi yang mengemuka adalah kasus di Solok, Sumatera Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Sandiaga Uno Bergaya Trendy, Pakai Baju Dinas dan Sepatu Kets

Seorang dokter didatangi oleh massa karena dianggap menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Yang paling baru adalah kasus perkusi dan pemukulan remaja di Cipinang Jakarta Timur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas