Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Terungkap, Terduga Teroris Ponorogo Rencanakan Serang Istana Negara Lewat Telegram

Polisi mengungkap keterlibatan Hendrasti dengan Bahrun Naim yang menjadi otak penyerangan bom Thamrin, Januari lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Terungkap, Terduga Teroris Ponorogo Rencanakan Serang Istana Negara Lewat Telegram
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Brigjen Rikwanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terduga teroris Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir ditangkap oleh Densus 88 di Jln Raya Ponorogo-Pacitan, Kab.Ponorogo, Jawa-Timur, pada pukul 11.20 WIB, Selasa (24/10/2017).

Dari hasil pendalaman Densus 88, Hendrasti tinggal di Jl. Rahayu 30 Rt 01/ Rw 01 Dsn. Bangun Asri Ds. Balong Kec.Balong, Kab. Ponorogo.

Polisi mengungkap keterlibatan Hendrasti dengan Bahrun Naim yang menjadi otak penyerangan Bom Thamrin, Januari lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, mengungkapkan bahwa Hendrasti yang memiliki akun telegram Lir ilir kerap berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Madiun.

Bahkan Hendrasti mampu membantu pernikahan antara dua terdakwa teroris yakni Nur Sholikin dan Dian Yulia Novi.

Baca: Pakai Sapaan Bung, Amien Rais Wanti-wanti Jokowi, Ini Katanya

"Nur Sholikin menikah dengan Dian Yulia Novi (pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara) dinikahkan oleh napi teroris LP Madiun (Wiliam Maksum). Yang membantu pernikahan adalah Lir ilir (Hendrasti)," ujar Rikwanto melalui keterangan tertulis.

Rekomendasi Untuk Anda

Rikwanto mengungkapkan bahwa sebelum pernikahan tersebut terjadi Nur Sholikin dan Hendrasti merupakan anggota grup telegram “Warkop”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Khafid Fathoni.

Selain itu didalamnya juga terdapat anggota yang semuanya pendukung atau simpatisan Jamaah Ansharut Daulah.

"Pada saat proses pernikahan, pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara melalui media sosial, mereka membuat grup telegram bernama “Kulak Tahu”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Hendrasti Wijanarko," jelas Rikwanto.

Detasemen Khusus 88 Anti Teror berhasil meringkus beberapa terduga teroris yang berada di empat wilayah di tanah air.

Para teroris tersebut ditangkap di beberapa daerah yakni Sulawesi Selatan, Pekanbaru, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas