Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kapal Selam Anyar Kurang Tenaga, Baterai KRI Nagapasa Diganti

Saat ini baterai kapal selam tersebut sudah diganti, dan kondisi KRI Nagapasa sudah kembali prima.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kapal Selam Anyar Kurang Tenaga, Baterai KRI Nagapasa Diganti
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
KRI Nagapasa-403 saat akan sandar di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (28/8/2017). KRI Nagapasa-403 merupakan kapal selam diesel elektrik type 209/1400 pesanan pertama Indonesia kepada Korsel dan menjadi kapal selam ketiga yang dimiliki TNI AL. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ternyata kemampuan Kapal Selam hasil kerjasama Indonesia - Korea Selatan, KRI Nagapasa, masih belum maksimal.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, mengakui bahwa tenaga dari kapal selam paling anyar TNI Angkatan Laut (AL) itu masih kurang.

Namun pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak Korea Selatan, yakni Daewoo Shipbuilding And Marine Engineering (DSME), untuk melakukan perbaikan.

Saat ini baterai kapal selam tersebut sudah diganti, dan kondisi KRI Nagapasa sudah kembali prima.

"Batrainya sudah diganti," ujarnya kepada wartawan di Ponpres, Al Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).

Baca: Dua Poin Ini yang Hendak Direvisi Demokrat

KRI Nagapasa adalah kapal selam kelas cakra, yang nilai per unitnya mencapai 1,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) 1.400 ton.

Rekomendasi Untuk Anda

KRI Nagapasa termasuk kapal selam jenis Type 209/140, yang bertenaga disel dan elektrik.

Saat melaju di permukaan air, kapal selam tersebut memanfaatkan mesin disel sembari menyimpan tenaga di baterai.

Sedangkan saat menyelam mesin disel di kapal selam tersebut akan dimatikan, dan kapal selam akan bergerak dengan tenaga yang tersimpan di baterai.

Indonesia dan Korea Selatan, sudah sepakat memproduksi tiga unit kapal selam, yang sudah selesai di produksi adalah KRI Nagapasa, yang sebagian besarnya adalah komponen dari Korea Selatan.

Rencananya dalam dua unit terakhir, komponen buatan dalam negeri akan ditingkatkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas