Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Roy Suryo Sindir Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sebagai Proyek Kecebong

Roy menyebut proyek kereta cepat itu merupakan proyek kecebong. Yang dimaksud kecebong menurut Roy adalah kereta cepat bohongan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Roy Suryo Sindir Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sebagai Proyek Kecebong
konidki.or.id
Roy Suryo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menyindir keras sejumlah proyek yang dibangun pada pemerintah Joko Widodo.

Sindiran tersebut disampikan Roy saat hadir dalam diskusi menolak proyek reklamasi yang dihadiri Ketua Dewan Kehormatan (PAN) Amien Rais, Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Sudirman Said, dan Kesatuan Nelayan tradisional Indonesia ‎Martin Hadiwinata di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (2/11/2017).

Selain reklamasi, menurut Roy proyek kereta Api cepat Jakarta-Bandung yang dibangun pemerintah Joko Widodo juga bermasalah.

Roy menyebut proyek kereta cepat itu merupakan proyek kecebong. Yang dimaksud kecebong menurut Roy adalah kereta cepat bohongan.

"Beberapa waktu lalu kita lihat proyek yang saya sering menyebutnya bahkan saya katakan itu proyek kecebong," kata Roy.

Baca: Polri Minta WNI yang Ditangkap di Marawi Didampingi Pengacara

Pasalnya kereta cepat yang melintasi jalur sepanjang 142,3 kilometer tersebut tidak efektif.

Kereta harus berhenti selama empat kali salah satunya di stasiun yang dibangun di Kota Walini.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kecebong itu kereta cepat boong boongan, iya Ini boong boongan karena sebenarnya tidak perlu membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang berhenti 4 kali," katanya.

Pemberhentian stasiun yang dibangun di Kota Walini menurut Roy hanya untuk kepentingan pengembang.

Selain itu pembangunan juga merusak lingkungan karena telah membabad hutan.

‎"Waktu saya masih di Komisi VI beberapa waktu lalu, komisaris PTPN kita dorong untuk menolak itu. Dan sampai sekarang kecebong tetap menjadi kecebong," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas