Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wakil Ketua DPR Berharap Peringatan Hari Pahlawan Tak Sekedar Seremonial

Meski perjuangan kemerdekaan telah usai, lanjut dia, pengayatan dan pengamalan nilai-nilai kepahlawanan tak pernah selesai.

Wakil Ketua DPR Berharap Peringatan Hari Pahlawan Tak Sekedar Seremonial
dok. DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Taufik Kurniawan usai memimpin Rapat Paripurna dengan agenda pembacaan Jawaban Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi atas RAPBN 2018 beserta Nota Keuangannya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berharap, peringatan Hari Pahlawan tak sekadar menjadi kegiatan seremonial yang diperingati setiap tahun.

Selain mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan, peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan momentum untuk melanjutkan perjuangan bangsa.

"Sebuah ungkapan mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Ungkapan ini mengingatkan sekaligus mengajak kita untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pejuang kemerdekaan, para pahlawan bangsa," kata Taufik dalam keterangan tertulis, Jumat (10/11/2017).

Baca: Kebut LRT Rampung 2018, Anies Temui Menteri Transportasi Korea Selatan

Meski perjuangan kemerdekaan telah usai, lanjut dia, pengayatan dan pengamalan nilai-nilai kepahlawanan tak pernah selesai.

Pahlawan di masa lalu berjuang mengusir penjajah yang melakukan penindasan, tindakan sewenang-wenang, serta merampas sumber daya alam Indonesia.

"Saat ini, Indonesia sudah merdeka, sudah tidak ada penjajah dalam arti fisik. Namun, perjuangan belum selesai. Masih ada penjajahan dalam bentuk lain yang harus kita merdekakan," tegas Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan sosok pahlawan yang berjuang untuk membebaskan kebodohan, kemiskinan, serta mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca: Tanggal Cantik 11-11-11 Jadi Waktu Tepat Bagi Megawati Umumkan Cagub Bali

Terlebih, bangsa asing terus berupaya mengintervensi, memecah belah, dan merampas kekayaan alam Indonesia.

"Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah perjuangan dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Cara kita untuk mensyukurinya, melanjutkan perjuangan, menjadi pahlawan untuk melawan kemiskinan, kebodohan, dan kemajuan bangsa," harap dia.

Dalam setiap perjuangan bangsa dan peradaban, tambah dia, biasanya terdapat tiga tahapan, yakni generasi pejuang, generasi pembangun, dan generasi penikmat kemerdekaan.

Namun, ia berharap, tahapan perjuangan dan bangunan peradaban Indonesia tak pernah sampai pada generasi penikmat.

"Kita wajib bersyukur, tapi tak boleh puas. Biasanya, hancurnya sebuah peradaban disebabkan oleh generasi penikmat, generasi yang lupa akan cita-cita dan nilai luruh perjuangan bangsa. Indonesia lahir dengan cita-cita besar, diantaranya berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan kedamaian dunia," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Ferdinand Waskita
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas