Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kelompok Bersenjata yang Sandera Warga di Mimika Tolak Komunikasi dengan Polisi

Padahal Polda Papua telah memberikan maklumat kepada kelompok ini untuk memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan makanan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kelompok Bersenjata yang Sandera Warga di Mimika Tolak Komunikasi dengan Polisi
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok kriminal bersenjata yang menyandera dua wilayah di Mimika, Papua yakni desa Kimbely dan Desa Banti, menutup pintu komunikasi dengan pihak kepolisian.

Padahal polisi telah mencoba untuk memberikan alat komunikasi berupa radio kepada kelompok ini.

Baca: Presiden Jokowi Tiba di Manado Dini Hari Tadi

"Kita sudah berupaya berikan alat komunikasi kepada mereka tapi tak disambut," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan di Jln Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Padahal Polda Papua telah memberikan maklumat kepada kelompok ini untuk memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan makanan.

"Dan menyerah untuk mereka melakukan menyerahkan senjatanya," tambah Setyo.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini Polri masih mengedepankan jalan damai untuk menyelesaikan penyanderaan ini. Menurut Setyo pihaknya tidak ingin menimbulkan korban masyarakat sipil.

Dirinya mengungkapkan bahwa kelompok ini memiliki motif ekonomi.

"Tapi nuansa-nuansa lain perlu kita dalami, perlu kita selidiki lagi mungkin kita harus berdasarkan fakta," jelas Setyo.

Setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas