Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penahanan Setnov Memang Melanggar HAM, Tapi Legal Jika Dilakukan KPK

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai penahanan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap tersangka korupsi e-KTP atau

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
zoom-in Penahanan Setnov Memang Melanggar HAM, Tapi Legal Jika Dilakukan KPK
TRIBUNNEWS.COM
Abdul Fickar Hadjar 

TRIBUNNEWS.COM, ,JAKARTA- Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai penahanan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap tersangka korupsi e-KTP atau KTP elektronik, Setya Novanto melanggar HAM.

Fickar berpendapat, sejatinya proses hukum atau pidana terhadap seseorang itu adalah melanggar HAM. Oleh karena itu, tindakan menangkap, menahan dan menggeledah itu hanya bisa dilakukan sesuai dengan perintah undang-undang.

Baca: Cak Imin: Aswaja Sabuk Spiritual Satukan Bangsa

Oleh karena itu, ia menilai penahanan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Setya Novanto, legal di mata hukum. Karena penyidik KPK adalah penegak hukum.

Kecuali, lanjutnya yang melakukan penangkapan adalah non-penegak hukum.

"Karena itu nomor satu adalah legalitas. KPK jelas penegak hukum. Karena itu ya penahannya dibantarkan, penahannya ditunda sementara," kata Fickar.

Baca: Warga Takut Memancing di Waduk Barata Jaya Surabaya Setelah Ribuan Ikan Mabuk

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Kuasa Hukum Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan berecanakan menuntut KPK ke Pengadilan HAM Internasional.

Ancaman tersebut karena menurut Fredrich, penahanan terhadap kliennya tidak sesuai peraturan yang berlaku. Apalagi, ketua umum Partai Golkar itu ditahan dalam kondisi sakit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas