Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Sambut Munas NU, INC Hadirkan Cak Imin, TGB dan Din Syamsuddin

Rencananya, yang menjadi keynote speaker adalah Panglima Santri Nusantara, Dr. H Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sambut Munas NU, INC Hadirkan Cak Imin, TGB dan Din Syamsuddin
ISTIMEWA
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang juga inisiator Nusantara Mengaji saat menghadiri khataman Alquran bersama ribuan warga Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat, dan para santri di Alun-Alun di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (18/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka menyambut Munas Alim Ulama dan Konbes NU di NTB, Islam Nusantara Center (INC) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Mahaguru Ulama Nusantara: Zona Nusa Tenggara Barat di Aula Al-Hikmah Ruang 34 Masjid Istiqlal Jakarta pukul 09.00 WIB 22 November 2017.

Rencananya, yang menjadi keynote speaker adalah Panglima Santri Nusantara, Dr. H Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Selain itu, akan hadir beberapa tokoh nasional di antaranya Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqal Jakarta), Dr. TGB. H. Zainul Majdi (Gubernur NTB), Sultan Muhammad Kaharuddin IV Prof. Dr. Abdul Ghani Abdullah, Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI, Sumbawa NTB), M. Wildan, Zainul Milal Bizawie (Sejarawan dan penulis buku “Masterpiece Islam Nusantara”) dan A. Ginanjar Sya’ban (Filolog dan Direktur Islam Nusantara Center - INC).

Menurut Direktur Islam Nusantara Center (INC), Ginanjar Sya’ban, seminar nasional ini adalah salah satu program rutin INC yang akan diselenggarakan di provinsi seluruh Nusantara, untuk menggali dan mengangkat Ulama Nusantara di berbagai daerah.

“Untuk kali ini, kami ingin membahas Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sejarah persebaran Islam. Banyak muncul ulama-ulama besar dari NTB yang telah berperan dalam berdirinya NKRI yang perlu kita ketahui bersama,” kata Ginanjar dalam keterangannya, Selasa (21/11/2017).

Inisiator INC, Jazilul Fawaid menegaskan bahwa mengkaji para Mahaguru ulama nusantara adalah bagian dari upaya mengingatkan generasi muda saat ini kepada tokoh-tokoh pewaris tradisi yang terus mengakar di tengah masyarakat hingga saat ini.

Tradisi Islam yang diwariskam ulama tersebut terbukti telah menjadi pemersatu bangsa Indonesia, serta telah menguatkan semangat dan nilai-nilai kebhinekaan.

Berita Rekomendasi

Ia menambahkan bahwa Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang subur akan warisan keislaman ulama-ulama ulama nusantara tersebut.

Sangat tepat jika Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah untuk terselenggaranya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang akan dilaksanakan pada 23-25 November 2017, apalagi baru saja salah satu tokohnya, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Zainul Milal Bizawie, sejarawan santri mengapresiasi seminar ini. Menurutnya, Warisan ulama Nusantara mempengaruhi sejauh mana relasi dan interaksi ulama membentuk jaringan keilmuan, pengetahuan dan kebudayaan yang diwariskan kepada generasi setelahnya.

Warisan itulah yang telah menjadi modal utama para founding father dalam membangun Negara-bangsa (nation state) Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila. Itulah bagian dari Memori Nusantara dalam membangun bangsa.

“Negara tanpa bangunan kebangsaan yang kuat akan mudah tercerai berai, dan para ulama telah berhasil mengikat rasa kebangsaan tersebut dalam ikatan yang kuat terutama dengan jaringan guru-murid,” tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas