Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gunung Agung Diprediksi Akan Meletus Lebih Besar Lagi

Namun demikian letusan tersebut diyakini tidak akan sebesar Gunung Agung pada tahun 1963 lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gunung Agung Diprediksi Akan Meletus Lebih Besar Lagi
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Gunung Agung mengeluarkan abu vulkanik hitam pekat disertai cahaya api saat difoto dari Pantai Amed, Karangasem, Minggu (26/11/2017) pukul 22.02 Wita. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Aktivitas Gunung Agung terus meningkat sejak Sabtu lalu (25/11), di mana gunung tersebut meletus, dan memuntahkan material hingga ke ketinggian 3.400 meter dari puncak kawah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan aktivitas gunung tersebut menunjukan akan ada letusan yang lebih besar.

Dalam pemaparanannya di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (27/11/2017), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan indikasi letusan yang lebih besar, terlihat dari erupsi yang disertai dentuman lemah yang terdengar hingga jarak 12 kilometer dari puncak gunung.

Baca: Pemerintah Siapkan Rp 2 Trilliun Tangani Bencana Gunung Agung

Selain itu api semakin sering terlihat di puncak gunung.

"Ini menandakan letusan besar akan terjadi," katanya.

Namun demikian letusan tersebut diyakini tidak akan sebesar Gunung Agung pada tahun 1963 lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada saat itu aktivitas gunung Agung berlangsung sampai sekitar satu tahun, mulai dari 18 Februari 1963 hingga 27 Januari 1964.

Letusan menyebabkan material yang disemburkan menutupi sebagian sinar matahari, sehingga suhu bumi secara global turun 0,4 drajat celcius.

Bencana tersebut menyebabkan 1.549 orang tewas, 1.700 rumah ancur, 225.000 kehilangan mata pencaharian, dan 100.000 orang mengungsi.

Baca: Bandara Ngurah Rai Ditutup, Banyak Penumpang Terlantar di Bandara Changi Singapura

Aktivitas Gunugn Agung juga menyebabkan 316.518 ton produksi pangan hancur.

Sutropo Purwo Nugroho mengatakan saat ini kekuatan yang tersimpan di gunung tertinggi di Bali itu, tidak sebesar tahun 1963 lalu.

Selain itu saat ini menurutnya persiapan menghadapi bencana sudah jauh lebih baik. Mulai dari teknologi mendeteksi aktivitas gunung, jaringan komunikasi dan pemahaman masyarakat sudah jauh berbeda.

"Pemerintah menyiapkan bantuan dana siap pakai yang ada di cadangan penanggulangan bencana sekitar dua triliun (rupiah), jika ada kekurangan akan ditambah," katanya.

"Rencana contingency (red: kemungkinan terburuk) dengan sekenario terburuk pun sudah disusun, jika letusan besar seperti tahun sembilan belas enam puluh tiga," terangnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas