Bawaslu Diminta Tegas kepada Paslon yang Gunakan Isu SARA di Kampanye
mantan Sekjen PDI Perjuangan itu meminta Bawaslu dapat membedakan yang mana menyampaikan ekspresi dan kampanye hitam
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo berharap para pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada serentak 2018 dapat menghindarkan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam berkampanye.
Dia pun mendorong agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat bersikap tegas apabila menemukan pasangan calon atau para pendukung yang terbukti menghembuskan isu SARA dalam berkampanye.
"Kami minta ada sanksi dari Bawaslu (soal isu SARA), sanksi tegas sesuai Undang Undang yang ada. Kalau ada yang merasa keberatan, kepolisian bisa memproses," kata Tjahjo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Namun, mantan Sekjen PDI Perjuangan itu meminta Bawaslu dapat membedakan yang mana menyampaikan ekspresi dan kampanye hitam. Menurutnya, perlu sosialisasi dan juga pendewasaan politik dalam menjalani kehidupan berdemokrasi.
"Yang diinginkan ya kampanye yang santun, yang adu program, adu konsep, tidak ada politik uang. Stabilitas aman terkendali sehingga tidak perlu mengeluarkan anggaran yang tidak perlu," tandasnya.