Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Kata Pengamat soal Rotasi Kepemimpinan TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bakal segera memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Kata Pengamat soal Rotasi Kepemimpinan TNI
TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya dihadapan 300 peserta Munas XV Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) pada acara malam akrab Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Pepabri di ruang Balairung Kencana, Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu malam (22/11/2017). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bakal segera memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

Presiden Joko Widodo pun diminta segera menyerahkan nama pengganti Gatot, untuk menjalani uji kelayakan kepada Komisi I DPR RI.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, mengatakan rotasi merupakan pergerakan yang sangat penting, akan tetapi juga berisiko.

"Rotasi di kepemimpinan TNI sangat penting. Namun rotasi juga berisiko, bisa mengganggu kekompakan ketiga matra di TNI," ujar Ujang ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (28/11/2017).

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta ini mengungkap rotasi akan memiliki dampak besar di tubuh TNI.

Rotasi, kata Ujang, tentu akan memiliki risiko atau dampak secara internal maupun eksternal.

Ujang menjelaskan bahwa dari sisi internal, rotasi dapat berdampak pada prajurit yang kecewa jika bos atau pimpinan di matranya tidak terpilih.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau dari dampak eksternal, jika kita terlihat tidak kompak akan memudahkan pihak internal mengintervensi TNI," terang Ujang.

Namun apapun alasannya, menurut Ujang, siapapun yang nantinya dipilih oleh Presiden harus taat pada Presiden.

"Semua prajurit TNI harus taat kepada Presiden," imbuhnya.

Ujang hanya mengimbau bagi siapapun yang terpilih nantinya, jangan sampai dimanfaatkan dan ditunggangi oleh kepentingan politik sesaat.

Hal itu lantaran, pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo nantinya akan dilantik pada masa-masa tahun politik.

"Citra TNI di masyarakat sangat baik. Oleh karena itu, kepercayaan rakyat harus dijaga. Jangan sampai (dimanfaatkan) oleh kepentingan politik," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas