Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tahun Depan akan Digelar Rembug Nasional Tokoh Lintas Agama

Din mengatakan, persoalan yang akan dibahas diantaranya bagaimana mencari solusi atas masalah yang melibatkan dua pemeluk agama yang berbeda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tahun Depan akan Digelar Rembug Nasional Tokoh Lintas Agama
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Utusan Khusus Presiden Bidang Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin? 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin mengungkapkan, tahun depan akan digelar rembug nasional tokoh lintas agama yang ada di Indonesia.

“Pada awal tahun depan Insya Allah bulan Februari kita adakan rembug nasional tokoh-tokoh berbagai agama duduk sama-sama bahas masalah-masalah yang ada di antara kita,” ujar Din di kantornya, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Din mengatakan, persoalan yang akan dibahas diantaranya bagaimana mencari solusi atas masalah yang melibatkan dua pemeluk agama yang berbeda.

“Ada ganjalan di hati orang Islam terhadap saudara Kristiani disampaikan. apa yang jadi ganjalan di hati saudaraku Kristiani kepada Islam, disampaikan, kepada Hindu, Buddha, Konghucu dan sebagainya. ini tentu kita inventarisir dulu. dialog dari hati ke hati. selesaikan masalah,” kata Din.

Baca: Jokowi: Jangan Sampai Pilpres Sudah Tiga Tahun Lewat, Masih Dibawa-bawa Sampai Sekarang

Din mengatakan, yang diajak dialog tidak hanya kelompok agama yang moderat saja, tetapi juga mengajak tokoh agama dari kelompok yang radikal.

“Kita akan libatkan tidak hanya yang disebut moderat itu. Kalau yang moderat-moderat berkumpul enggak ada masalah. Di luar sana ada masalah. Kita keluarkan yang disebut garis keras, dianggap bukan moderat. itu akan kita ajak, tentu yang mau. yang enggak mau enggak dipaksa. dialog ini harus menjadi jalan,” kata Din.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Din, membina kerukunan ditengah keragaman, baik suku maupun agama perlu dikuatkan kembali sebelum memberikan contoh kepada negara lain mengenai kerukunan tersebut.

“Islam wasatiyyah sudah dilakukan oleh MUI, Ormas Islam dan kita akan perluas lagi mengajak kawan-kawan, teman-teman yang punya pemahaman lain dan saya yakin itu bisa,” kata Din.

“Setelah itu baru kita promosikan ke luar negeri. Wahai dunia Islam, inilah Isam Indonesia. inilah kebersamaan umat Islam Indonesia, wasatiyyah, jalan tengah, rahmatan lil alamin, sehingga di dunia Islam juga ada pemikiran seperti itu,” ucap Din. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas