Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Asian Games dan Pertemuan IMF di Bali, Komisi III DPR Minta Polri, TNI dan BIN Waspadai Terorisme

"Pada event-event besar berskala internasional, selalu saja ada potensi gangguan, termasuk even seperti Asian Games dan pertemuan Bank Dunia-IMF itu,.

Asian Games dan Pertemuan IMF di Bali, Komisi III DPR Minta Polri, TNI dan BIN Waspadai Terorisme
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antitetor melakukan proses rekonstruksi dugaan kasus terorisme kelompok Young Farmer di dalah satu lokasi di Kampung Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Kamis (26/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi III DP RI, Bambang Soesatyo meminta Polri, TNI dan BIN untuk mengamankan dua even besar berskala internasional, yaitu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, serta Pertemuan Tahunan Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober 2018

Menurutnya, acara tersebut harus bebas dari ancaman teror. Maka, aparat penegak hukum perlu meningkatkan kewaspadaan, karena migrasi teroris dari Irak dan Suriah ke Asia Tenggara terus berlangsung.

"Pada event-event besar berskala internasional, selalu saja ada potensi gangguan, termasuk even seperti Asian Games dan pertemuan Bank Dunia-IMF itu," kata Bambang dalam keterangan yang diterima, Minggu (3/12/2017).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, selalu saja ada kelompok-kelompok yang coba menebar gangguan untuk mendapatkan perhatian dari komunitas internasional, termasuk ancaman teror.

"Potensi gangguan itu harus bisa diminimalisir demi kredibilitas bangsa dan negara," kata Bambang.

Bambang menyinggung pernyataan Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein, layak dan patut digarisbawahi.

Pekan lalu, Menhan Malaysia ini mengingatkan bahwa kelompok atau sel-sel teroris di kawasan Asia Tenggara sudah bertindak sebagai pelindung bagi para militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang melarikan diri Irak dan Suriah.

Kelompok teroris yang dimaksud Menhan Hishammuddin Hussein adalah Abu Sayyaf, Jemaah Islamiyah (JI) dan Muhajhidin.

Menurutnya, kelompok teroris ini telah menyediakan tempat perlindungan bagi para pelaku teror yang melarikan diri dari Mosul, Aleppo dan Raqqa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas