Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

KPK Sebut Belum Ada Pengembalian Uang Korupsi e-KTP dari Empat Kader Partai Ini

Arif disebut-sebut menerima 108.000 dollar Amerika Serikat, Olly senilai 1,2 juta dollar AS, Ganjar senilai 520 ribu dollar AS, dan Yasonna

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in KPK Sebut Belum Ada Pengembalian Uang Korupsi e-KTP dari Empat Kader Partai Ini
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Dalam surat dakwaan dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto diketahui banyak kader partai politik yang dicurigai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima uang korupsi proyek e-KTP, diantaranya empat kader PDI-P yakni Arif Wibowo, Yasonna Hamonangan Laoly, Olly Dondokambey dan Ganjar Pranowo.

Dalam dakwaan, Arif disebut-sebut menerima 108.000 dollar Amerika Serikat, Olly senilai 1,2 juta dollar AS, Ganjar senilai 520 ribu dollar AS, dan Yasonna sebesar 84 ribu dollar AS.

Dikonfirmasi ke Juru Bicara KPK, Febri Diansyah atas keempat nama tersebut, Febri menyatakan sejauh ini pihaknya belum menerima lagi pengembalian uang terkait kasus e-KTP di proses penyidikan.

"Belum ada pengembalian yang baru ‎di (saat proses penyidikan) kasus e-KTP. Sejauh ini sudah dibuka di persidangan," kata Febri melalui pesan singkat, Senin (4/12/2017).

Kembali disinggung soal ‎empat nama kader PDIP tersebut, Febri tetap menjawab hal yang sama, bahwa belum ada pengembalian uang-uang tersebut kepada KPK sampai saat ini.

Baca: Jawaban Sandi Saat Ditanya Soal Berkantor di Kepulauan Seribu

Atas tidak koperatifnya para penerima uang e-KTP, Febri mengatakan pihaknya tidak khawatir sebab pihaknya memiliki sistem pembuktian yang dapat mewajibkan para pihak tersebut nantinya harus mengembalikan.

Berita Rekomendasi

"Tentu saja pengembalian itu termasuk pembuktian yang kami ajukan dalam proses persidangan," ujar Febri.

Diketahui, sejauh ini KPK baru menerima pengembalian uang hasil e-KTP dari 14 pihak diantaranya dari korporasi‎, anggota DPR dan para pengusaha penggarap proyek e-KTP tahun anggaran 2014. Totalnya baru Rp 250 miliar.

Angka tersebut masih sangat jauh dari dugaan kerugian negara yang mencapai Rp 2,3 triliun. Di kasus ini, KPK sudah menjerat enam orang tersangka korupsi e-KTP.

‎Mereka yakni, Irman dan Sugiharto, anggota DPR dari Golkar, Markus Nari, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Direktur PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Ketua DPR Setya Novanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas