Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2019

Politikus Gerindra: Nasib Jokowi di Pilpres 2019 Bakal Sama Dengan Ahok di Pilgub

Dirinya memprediksi, dalam laga Pilpres 2019 mendatang hasilnya tidak berbeda dengan Pilkada DKI 2017.

Politikus Gerindra: Nasib Jokowi di Pilpres 2019 Bakal Sama Dengan Ahok di Pilgub
Harian Warta Kota/henry lopulalan
MENINJAU MRT - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meninjau perkembangan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jalan Sudirman , Jakarta Pusat, Jumat (30/9). Saat ini Mustikabumi II atau mesin bor bawah tanah keempat proyek pembangunan MRT Jakarta dari Bundaran Hotel Indonesia sudah menembus Stasiun Dukuh Atas dengan total panjang terowongan sekitar 678 meter. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil survei terbaru Indo Barometer menyebutkan, hanya 61,7 persen yang menginginkan Joko Widodo alias Jokowi kembali dinanti untuk menjadi presiden pada periode 2019-2024.

Ketua DPP Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas menilai, hasil survei tersebut menandakan bahwa ada masyarakat Indonesia yang menginginkan adanya Presiden baru.

"Pertama hasil survei itu menggambarkan bahwa ternyata lebih banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan Presiden baru dibandingkan mempertahankan incumbent," kata Supratman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Dirinya memprediksi, dalam laga Pilpres 2019 mendatang hasilnya tidak berbeda dengan Pilkada DKI 2017.

Saat itu, tingkat kepuasan masyarakat tinggi terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat, namun masyarakat tidak memilih keduanya.

Baca: Sejauh Ini‎ Belum ada Catatan Buruk dari Marsekal Hadi Tjahjanto

"Dengan demikian itu sama persis dengan kejadian yang ada di pilkada DKI. Tingkat kepuasan tinggi tapi tingkat keterpilihan rendah. Nah itu kemungkinan akan terjadi sehingga kami dari Partai Gerindra optimis bahwa Pak Prabowo akan jadi Presiden di tahun 2019," katanya.

Supratman mengungkapkan banyak hal yang membuat elektabilitas Jokowi anjlok. Mulai dari permasalahan Perppu Ormas hingga capaian ekonomi.

"Banyak hal. Terutama menyangkut Perppu Ormas. Agak lebih mengekang hak asasi manusia. Artinya kebebasan orang berpendapat ini itu semakin dibatasi. Hal seperti itu. Kedua capaian ekonomi. Pertumbuhan kita janjinya tujuh persen. Tapi hari ini menurut laporan organisasi internasional. Sesungguhnya pertumbuhan kita hanya 4,7 persen. Maksimal 4,8 persen," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, mayoritas publik, 61,8 persen, menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden untuk periode 2019-2024.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Calon Presiden 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas