Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Masuk Wilayah Rawan, Syahrul Yasin Limpo Yakin Pilkada Sulsel Minim Konflik

"Konflik menurut saya tidak tapi gesekan itu mungkin saja dan disitulah persiapan yang dilakukan kematangan pemerintah daerah dan pusat,"

Masuk Wilayah Rawan, Syahrul Yasin Limpo Yakin Pilkada Sulsel Minim Konflik
Tribun Timur/Fahrizal Syam
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, meyakini bahwa proses pemilihan kepala daerah di wilayahnya akan berjalan dengan aman dan minim konflik.

"Konflik menurut saya tidak tapi gesekan itu mungkin saja dan disitulah persiapan yang dilakukan kematangan pemerintah daerah dan pusat," jelas Syahrul di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca: Syahrul Yasin Limpo Tidak Akan Jadi Juru Kampanye Untuk Adiknya di Pilkada Sulsel

Menurut Syahrul, sepanjang penyelenggara dan pemerintah daerah bersikap netral, penyelenggaraan pemilu akan berjalan aman.

Syahrul juga mengatakan, meski masuk dalam wilayah rawan yang dipetakan Polri, menurutnya Sulawesi Selatan telah dewasa dalam menyelenggarakan momen Pilkada.

Baca: Syahrul Yasin Limpo: Munaslub Golkar Bukan Soal Siapa Pengganti Novanto

"Sudah kita lewati berkali-kali yakin Sulsel kedewasaan berpolitik makin hadir. Oleh karena itu saya harus bisa memastikan sebagai gubernur bahwa proses berjalan dengan baik," tegas Syahrul.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, dari 171 daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah 2018, ada lima daerah yang dinyatakan rawan konflik.

Baca: KPK Kaji Pengajuan Justice Collaborator Setya Novanto

"Daerah rawan yaitu Sumatera Utara, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan," kata Setyo di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Setyo mengatakan, faktor agama dominan menjadi potensi konflik dibandingkan faktor kesukuan atau hal lain.

Namun, perpindahan "kendaraan" calon atau pasangan calon juga diperkirakan akan menimbulkan gesekan di akar rumput.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas