Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kapolri Bentuk Satgas Nusantara Tangkal 'Panas' Pertarungan Pilkada Serentak

Polri membentuk satuan tugas bernama nusantara untuk menangkal pertarungan panas pada Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kapolri Bentuk Satgas Nusantara Tangkal 'Panas' Pertarungan Pilkada Serentak
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018). 
Memuat video…

Laporan wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri membentuk satuan tugas bernama nusantara untuk menangkal pertarungan panas pada Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengantisipasi sengitnya pertarungan Pilkada tim monitoring akan bermarkas di satu gedung di Polda Metro Jaya.

Baca: Puluhan Tas Mewah Disita KPK, Bupati Rita: Tidak Apa-apa, Itu Harta Duniawi

"Rencana, di sana akan ada Satgas Nusantara untuk dinginkan isu terkait Pilkada supaya tidak sampai meledak," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menerangkan satu tugas Satgas nusantara adalah merangkul tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengantisipasi ricuh antar pendukung peserta Pilkada.

"Kita tahu bahwa bulan Januari ini, ibarat mobil, partai-partai sudah menstater mobil untuk memanaskan mesin," ujar Setyo.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Kapolri: Markas Polda Metro Jaya Masih Semrawut

Kader partai politik diyakini mulai bergerak untuk mensukseskan para calon yang maju.

Para tokoh diimbau untuk tidak membuat pernyataan yang memicu perpecahan.

"Kita perlu tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan," ujar Setyo.

Salah satu yang diantisipasi, yakni digunakannya politik identitas oleh pihak-pihak tertentu pada masa kampanye.

Baca: Kapolri Instruksikan Jajaran Tidak Tangkap Nelayan Gunakan Cantrang

"Kita mengantisipasi," ujar Setyo.

Sebab, terdapat 171 daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan.

Berdasarkan data dan analisa pihak kepolisian ada beberapa daerah yang paling rawan Pilkada.

"Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Nanti akan kita analisa lagi, ketika Komisi Pemilihan Umum sudah menentukan calon," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas