Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PGI Minta Umat Tidak Boleh Sembarangan Memilih Pemimpin

Umat juga harus memilih kandidat yang mempunyai kemampuan, serta integritas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in PGI Minta Umat Tidak Boleh Sembarangan Memilih Pemimpin
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Gomar Gultom 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Pdt. Gomar Gultom, mengimbau umat kristiani untuk ikut memilih, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, di daerahnya masing-masing.

Ia juga mengimbau agar umat tidak sembarangan memilih pemimpin.

Kepada wartawan di gedung Bala Keselamatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2019), ia mengingatkan, bahwa alkitab memberikan petunjuk, agar kandidat yang dipilih adalah dia yang takut terhadap agamanya, apapun agama sang kandidat.

Umat juga harus memilih kandidat yang mempunyai kemampuan, serta integritas.

"Tiga hal itu jelas dalam alkitab, cari lah pemimpin di antara kamu yang cakap, takut akan tuhan, dan benci terhadap suap," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa berdasarkan aturan yang ada, gereja sebagai tempat ibadah, di larang untuk dijadikan tempat kampanye.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Syarat Ajak Elvy Sukaesih Nyanyi di Panggung Kampanye

Gomar Gultom mengimbau agar para pemimpin dan pengurus gereja, untuk tidak memberikan kesempatan pada siapapun, yang berniat berkampanye di gereja.

"Kita minta kepada semua pimpinan gereja, semua pendeta untuk tidak menjadikan gereja sebagai ajang kampanye. Oleh karena itu, para tuntutan gereja para pimpinan gereja, diminta untuk tidak memberi kesempatan kepada para kontestan untuk mengkampanyekan programnya di gereja," ujarnya.

"Tugas gereja adalah pertama mendorong warga untuk memilih secara cerdas, memilih berdasarkan hati nuraninya, mendidik warga untuk tidak terjebak pada politik uang, tidak terjebak pada pendekatan sektarian," ujar Gomar Gultom.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas