Rizal Mallarangeng: Jadi Nahkoda Baru, Airlangga Bawa Golkar Bangkit
Wakil Koordinator Bidang Penggalangan Khusus DPP Partai Golkar Rizal Mallarangeng menyambut baik hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI).
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Koordinator Bidang Penggalangan Khusus DPP Partai Golkar Rizal Mallarangeng menyambut baik hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI).
Dalam survei tersebut, elektabilitas Partai Golkar terus mengalami peningkatan yang signifikan setelah dipimpin Ketua Umum Airlangga Hartarto.
Survei yang dilakukan LSI pada 7 sampai14 Januari 2018, menyebut tingkat elektabilitas Golkar sebesar 18,95 persen. Angka ini melebihi perolehan suara pada Pemilu 2014 lalu, yakni 14,75 persen.
Namun sejak itu suara partai berlambang pohon beringin ini sempat merosot pada Agustus 2017, menjadi 11,6 persen.
Pada Desember lalu mulai terlihat peningkatkan kembali menjadi 13,8 persen. Grafik kenaikan kian menonjol pada awal Januari, menjadi 15,5 persen.
Rizal menilai, hasil survei LSI tersebut cukup mengejutkan meskipun tidak mengherankan.
"Mengejutkan karena bisa secepat itu, namun tidak mengherankan karena Partai Golkar memiliki nahkoda baru yang benar-benar diterima masyarakat," kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Dirinya menjelaskan keberhasilan Golkar ini menjadi momentum untuk dirawat sehingga benar-benar makin kuat memasuki tahun pemilu 2019.
"Ibarat pohon, akarnya partai itu sudah dalam sehingga diterpa angin kencang pun akan tetap kokoh," katanya.
Menurutnya, naiknya popularitas Golkat tidak lepas dari sambutan positif masyarakat atas kepemimpinan Airlangga.
Selain sosok muda, Airlangga juga sangat simpatik, diterima semua pihak, dan menteri yang sangat berhasil dalam kabinet Presiden Joko Widodo.
Bahkan jabatan Menteri Perindustrian justru menambah nilai positif bagi masyarakat.
"Masyarakat melihat hasil kerja bukan pada rangkap jabatannya," katanya.
Untuk itu Rizal mengaku yakin, Partai Golkar akan kembali menemukan puncak kejayaan sebagai partai politik di Indonesia.