Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mayoritas Perempuan Indonesia Miliki Potensi Agen Perdamaian

Yenny Wahid mengatakan, perempuan Indonesia memiliki potensi menjadi agen perdamaian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mayoritas Perempuan Indonesia Miliki Potensi Agen Perdamaian
Rina Ayu Panca Rini/Tribunnews.com
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid meluncurkan hasil survei nasional dalam mengukur toleransi sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim di Indonesia, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (29/1/2018). 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Wahid Foundation bersama UN Women dan Muslimat NU meluncurkan hasil survei nasional dalam mengukur toleransi sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim di Indonesia, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid mengatakan, perempuan Indonesia memiliki potensi menjadi agen perdamaian.

Lanjut Yenny, di Indonesia sebanyak 80,7% perempuan mendukung hak kebebasan menjalankan ajaran agama dan keyakinan.

Selain itu, kata Yenny, Wahid foundation menemukan bahwa 80,8 persen lebih perempuan tidak bersedia melakukan hal-hal yang radikal dibanding laki-laki (76,7%).

"Ini adalah hasil survei yang memaparkan situasi potensi toleransi sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim dan menyoroti faktor yang berkontribusi terhadap penerimaan terhadap penguatan toleransi di Indonesia," ucap Yenny pada sambutan pembukaan kegiatan.

Sedangkan kecenderungan intoleran di kalangan perempuan ujar Yenny, 55% perempuan yang intoleran lebih sedikit dibanding laki-laki yang mencapai 59,2%.

Baca: Janda-janda Menjerit di Depan Kantor Kemenhub, Ada Apa?

Rekomendasi Untuk Anda

Survei ini juga bekerjasama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) sebagai bagian dari program Perempuan Berdaya Komunitas Damai.

Survei ini dilaksanakan pada 6-27 Oktober 2017 dengan melibatkan 1.500 responden di mana laki-laki dan perempuan, masing-masing 50% di 34 provinsi di Indonesia.

Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Satu pewawancara ditugaskan untuk satu desa dengan mewawancarai 10 responden, dengan dengan margin of error dan asumsi simple random sampling lebih kurang 2,6% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas