Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SBY: Saya Dituduh Gerakkan Orang untuk Bom Istana

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku akhir-akhir mengalami serangan fitnah dan serangan politik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in SBY: Saya Dituduh Gerakkan Orang untuk Bom Istana
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku akhir-akhir mengalami serangan fitnah dan serangan politik.

"Saya mengalami fitnah dan serangan politik yang keterlaluan jauh dari politik yang baik," ujar SBY di kantor DPP Partai Demokrat Jakarta, Rabu (6/2/2018).

Menurut SBY, dia dituduh menggerakkan dan mendanai aksi massal.

"Saya dituduh menggerakkan orang untuk melakukan pemboman istana. Rumah saya digeruduk oleh mereka yang tidak bertanggungjawab," ujar mantan Presiden RI ini.

Baca: SBY Akan Laporkan Pengacara Novanto ke Bareskrim karena Difitnah

Bahkan, lanjut SBY, jelang Pilkada DKI Jakarta lalu ada pernyataan tendensius Antasari yang akhirnya sangat merugikan perjuangan poilitk pihaknya waktu itu.

"Calon (kepala daerah DKI) yang kita usung kalah telak. Meski AHY dengan ikhlas sabar dan tawakkal menerima hasil dan kesatria," ujar SBY.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Nama SBY Disebut di Sidang Korupsi e-KTP, Roy Suryo Yakin Ada Skenario Jahat

SBY mengaku bangga tradisi politik berjalan dengan baik di Demokrat meski menyisakan pelajaran tersendiri.

"Ketika bertemu Presiden Jokowi saya sampaikan fitnah yang dialamatkan ke saya. Saya sampaikan kepada bapak Presiden seperti saya tidaklah mungkin merusak negara," ujar SBY.

"Beliau (Jokowi) mengatakan pak SBY saya tidak pernah menuduh seperti itu. Itu betul tapi bapak menerima laporan dari pembantu bapak seperti itu," SBY menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas