Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon: Pers Jangan Jadi Semacam Tukang Stempel Pemerintah

Ia mengatakan menjauhi konflik kepentingan merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi pers saat ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fadli Zon: Pers Jangan Jadi Semacam Tukang Stempel Pemerintah
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon hadir di rumah duka Daoed Joesoef, Jalan Bangka VII, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang jatuh pada 9 Februari esok, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyampaikan tantangan yang harus dihadapi insan media kedepannya.

Ia mengatakan menjauhi konflik kepentingan merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi pers saat ini.

"Sekarang ini tantangan ke depan adalah bagaimana tidak adanya suatu konflik kepentingan," ujar Fadli, saat ditemui di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Hal tersebut mengacu pada adanya kepentingan pribadi pemilik media yang seringkali berbenturan dengan prinsip jurnalistik.

Padahal pers, dalam menyampaikan informasi harus objektif.

"Conflict of Interest dari pemilik media dengan kepentingan-kepentingan yang menyangkut pribadinya, termasuk kepentingan politik pemilik-pemiliknya, saya kira itu tantangan ke depan," kata Fadli.

Baca: Terkait Normalisasi Ciliwung Sandi Sebut Pemprov Harus Rogoh Kocek Untuk Investasi

Rekomendasi Untuk Anda

Politisi Gerindra itu menambahkan, pada era pemerintahan terdahulu, ada hal lainnya yang menjadi perdebatan, bukan kepentingan pemilik media.

"Kalau dulu kan yang menjadi semacam perdebatan itu adalah pers itu harus seperti apa?, apakah pers idealis, pers perjuangan, apakah pers industrialis?," kata Fadli.

Oleh karena itu Fadli pun berharap kedepannya insan pers tidak hanya menjadi penyampai informasi dari pemerintah.

Namun juga pengkritisi tiap kebijakan yang dilakukan pemerintah, sekiranya tidak sesuai dengan aspirasi rakyat.

Pers harus menjadi mata dan telinga rakyat.

"Sekarang memang lebih kepada peran pers ke depan, jangan menjadi semacam tukang stempel dari pemerintah, tetapi lebih kritis," kata Fadli.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas